Sabtu, 19 November 2011

Yang lalu jangan jadi penghalang maju

Pernah ga sih, ngalamin yang namanya punya suatu harapan, harapan gede banget yang sangat pengen itu bisa kejadian beneran, dan itu udah kamu usahain bermacam cara buat ngedapetinnya, dengan berbagai halang rintang pula. Dan saat orang-orang bilang harapan kamu itu terlalu muluk, dengan kemungkinan amat-amat tipis terujud, dan masalah didepan yang perlu dilewatin masih terlalu banyak, tapi kamu tetep nekat melangkah maju juga. Dan saat semua yang didepan kamu benar-benar terlihat semakin menggelap, semakin tipis harapan, kamu mencoba untuk hidup realistis, lantas perlahan kau lepaskan semua yang sudah kau kejar itu. Dan ternyata setelah lama waktu berselang kamu baru tahu bahwa sebenarnya harapan yang telah kau lepas itu benar-benar bukan sekadar kembang tidur atau mimpi kosong di siang bolong, sesuatu yang sebenarnya bisa kau dapat. Pernah ga? Kaya apa rasanya? Nyesek dan pasti nyesel banget kan?

Tapi yang lalu memang sudah berlalu, ga mungkin juga bisa diulang. Kita ga punya mesin waktu kayak yang di laci meja belajarnya Nobita. Jadi biarlah, ikhlaskanlah. Yakini, bahwa tiap kejadian pasti mengandung hikmah dan pelajaran.. salah satunya yakni pelajaran untuk jangan pernah berhenti bermimpi. Juga jangan malah terpaku pada hal yang telah lewat, lalu terkungkung dalam berbagai pengandaian.. Past is past,, biarlah tetap dibelakang..

Satu lagi yang mungkin bisa diambil,,

Segede apa pun rasa pengen kita pada suatu hal, kalau Allah ga kasih ijin juga ga akan kejadian. Minta selalu sama Allah,, yakini kalo apa yang diberikanNya pastilah yang terbaik..

Belum tentu apa yang kamu anggep baik itu emang kenyataannya bener-bener baik. Dan belum tentu juga hal yang kamu pengeni banget itu juga bener-bener baik buat kehidupan kamu. Dia yang maha tahu ga mungkin salah kasih kok,,, *smile*

Minggu, 03 April 2011

Kongres update

Wah,, baru tahu saya,,

Ternyata banyak juga ajang buat mahasiswa kedokteran dan junior doctor yang minat dalam bidang penelitian,,,

ini dia infonya...


IMSCNS - International Medical Students` Congress in Novi Sad
the congress is going to take in July from 14-17th. The deadline for submission of your abstract & confirm your arrival is May 14th, 2011.
further information: click here

ICHAMS-International Conference for Healthcare and Medical Students
the conference will take place in Dublin on Friday and Saturday, 4th and 5th November 2011, at The Royal College of Surgeons in Ireland (RCSI). Submission of your abstract will open in June. The deadline is 19th August 2011.
further info: click here


harap


Tiba-tiba saja aku seperti tidak mengenalmu. Padahal sudah banyak bilangan waktu yang telah kita lalui. Meski bila dinilai dalam angka tahun masih cukuplah tangan sebelah untuk berhitung. Hari ini rasanya semakin asing aku dengan sosokmu. Entah, aku sama sekali tidak menyana, kau tiba-tiba saja berubah. Sungguh drastis. Dan hampir-hampir saja aku tak mengenalimu. Sikapmu begitu berubah. Sayu yang kulihat. Lesu.

Kau kaburkan kemana segala semangat juga impian yang dulu meluap-luap itu? Ah, mungkin kau sekarang tengah ketularan penyakit kebanyakan orang. Penyakit yang menjadikan kerdil pikiran, hilang harapan. Ya, mungkin kau mengekor pikiran itu, bahwa hanya orang berada saja yang punya hak untuk bermimpi. Sedang orang-orang serba pas-pasan macam kita ini tiada boleh ber-angan. Kalau boleh aku pinjam kata kepunyaan orang-orang yang ada di teve itu, meraka biasa bilang “melanggar HAM”.

Huh,, Aku jadi bingung sendiri. Entah aku yang tak dapat memahamimu, entah aku yang tak mengerti realita hidup, entah aku yang tidak bisa memprediksi peruntungan, dan berbagai “entah” apa pun lagi, yang jelas saat ini aku benar-benar tidak mengerti dan tidak bisa menerima perubahan sikapmu. Sudah kau buang kemanakah segala harap yang dulu pernah tersusun? Kau pergikan kemana keyakinanmu akan hari esok? Kemana mimpi-mimpi yang telah kau patri di awan sana?

Bukankah seharusnya saat ini justru kita harus bangkit mengejar segala mimpi itu? Tak usah lah perlu sayap untuk terbang ke langit menjumpainya, karena memang bukan dengan cara itu kita bisa mendapati cita dan asa yang telah tergantung tinggi itu. Ah, aku tiada paham maumu…

Lupakah kita pernah sepakat-sepaham, bahwa capaian hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah tugas untuk kita wujudkan esok hari? Atau kau lupa bahwa bila masih ada esok berarti bentangan kesempatan masih ada, ya masih ada, selama masih ada harap…

Hah,, kepalaku jadi pening memikirkannya….

When the world says Give Up, HOPE whispers try it ONE MORE TIME..

Selasa, 22 Maret 2011

Don't u afraid?


Terkadang baik dengan atau tanpa disertai kesadaran, kau bermain-main jauh dari zona aman. Larut dalam kesenangan dan keasyikan perlahan membawa kau semakin mendekati wilayah bahaya.. Pelan,, sampai tiada berasa peralihanmu..

Ah, tak tahukah apa yang sedang kau bawa itu? Yang tengah menyenangkanmu? Sesuatu yang begitu berharga tapi juga begitu rapuh, mudah berserak saat tak hati-hati kau membawanya. Begitu rumit bukan 'benda' permainanmu?

Intan? Berlian? Ah, yang itu jauh lebih berharga,, tapi tahukah, bahkan kaca tipis pun lebih kuat,,

Ya, usahlah menyertakannya dalam permainan.. Jagalah biar utuh tak retak,, biarkan dalam simpanan. Hanya cahaya sajalah yang bisa menjadikannya semakin kuat..

Usah dibawa dalam permainan.. Betapa pun kau yakin kepunyaanmu begitu kuat, namun kau pun tiada tahu saat mana kau gores kepunyaanku, kepunyaannya, atau kepunyaan yang lain,,

Kamis, 10 Maret 2011

kongres internasional mahasiswa kedokteran

buat temen-temen mahasiswa kedokteran yang punya penelitian dan siap tampil go international *halah* nyok rame-rame ikutin event ini, siapa tahu bisa turut mengharumkan nama bagsa lewat perolehan "the best abstract"


12th International congress for medical student and Young health professional

pelaksanaan: 12-15 mei 2011 di Cluj-Napora, Romania
date line pengumpulan abstrak : 20 maret 2011
abstrak ditulis dalam bahasa inggris maksimal 400 kata
bea pendaftaran:
Passive participants (2 lunches included): 40 EUR
Active participants (2 lunches included): 40 EUR
Active/passive participants (no lunch): 35 EUR
Resident doctors: 30 EUR
Physicians: 70 EUR

info lengkap: http://www.medicalis.ro/2011/


International Medical Students’ Research Congress

pelaksanaan: May 6-8, 2011 in Istanbul University Cerrahpasa Medical Faculty
pengumpulan abstrak sampai tanggal 15 maret 2011
info lengkap: http://www.imsrc2011.com/


atau buat yang pengen dateng, update info, penelitian terbaru, dan ikut workshop, masih ada waktu untuk daftar jadi pasive participant di

International Student Congress of (bio)Medical Sciences
pelaksanaan: from the 7th until the 10th of June 2011 in Groningen, the Netherlands
info lengkap: http://www.iscoms.org

International Student Medical Congress in KoŇ°ice (ISMCK 2011)

pelaksanaan: 21-24 juni 2011
pendaftaran pasive participant sampai tanggal 15 maret 2011
info lengkap: http://www.ismck.com/

I’m not ready yet

Gagal dari apa yang sudah coba kamu usahakan, tentu ada perasaan kesel yang sekedar numpang lewat di hati atau bahkan ada yang nempel rada lama, dan kayak noda, bandel ga ilang-ilang. Sama juga dengan apa yang kurasakan beberapa waktu lalu. Ada kecewa saat akhirnya tidak jadi bisa berangkat ke suatu event, salah satunya karena tidak dapat sponsor pendukung (nyarinya pake acara kurang getol dan kurang gencar juga sih,,, hanya disela waktu saja), juga masalah perijinan, dan terutama sekali mengenai dokumen-dokumen dan syarat perjalanan yang untuk membuatnya saja perlu waktu lama dan masih harus ngelewatin berbagai prosedur rumit pula.

Tapi bagaimanapun kejadian yang dialami, rasa syukur mesti selalu dihadirkan. Seperti kejadian ini pula, kalau dipikir-pikir ulang, tidak jadi berangkat pun ada baiknya juga. Menyelamatkan tabungan jelas iya, disisi lain, aku mencoba berfikir kebalikan (biar lebih tenag dan lebih mudah menerima keadaan) dengan sedikit berandai-andai *cukup sedikit saja, kalau kebanyakan khawatir bakal jadi temen setan*

Ya, seandainya aku jadi berangkat, sudah bener-bener siapkah aku? Bepergian sendirian ke luar kota memang bukan hal baru, kesasar di kota orang juga pengalaman ga jarang, modal nekat emang lumayan gede, tapi untuk keluar dari ZEE? Masih tanda Tanya buatku. Datang ke daerah yang bener-bener baru plus bener-bener jauh, yang sama sekali buta arah dan buta lokasi, dengan budaya yang super duper jauh ama yang di sini, belum lagi keadaan fisis yang ngejeglek, dan tak ketinggalan juga kendala bahasa tantu jadi tantangan besar. Mana tidak ada orang tua atau temen yang mendampingi pula… bisa-bisa disana malah kesasar-sasar. Yah kalo Cuma kesasar sih masih mending ya, masih bisa Tanya-tanya ke orang ato pake panduan gps, lha yang jadi permasalahan kalo ga bisa balik rumah bagaimana? *lebay*

Uuhh,, mungkin saat ini aku emang belum siap. Cultural shock dan jet lag mungkin bakal jadi tantangan terberat.

So,, kembalilah mengingat satu keyakinan: tiap apa yang kita dapat pasti yang terbaik.. tidak dapat hari ini Insya Allah bisa dapat di hari esok *smile*

Batas mimpi

Tiap kita punya impian, dan saat ada peluang pastinya kita akan berusaha supaya bisa mendapatkan kesempatan meraih impian tersebut. Tapi adakalanya juga kita mesti ‘tahu diri’ mana batas untuk berhenti. Meski batas itu begitu absurd, tergantung pada takaran pikir dan rasa yang dipakai. Bukan hal mudah memang, menetapkan batas memerlukan sekian pertimbangan masak.

Seperti yang belum lama ini saya alami. Dilema, berat untuk memutuskan maju terus atau berhenti dan membiarkan sang waktu meninggalkan kita. Dalam berusaha, setelah melewati sekian upaya, halangan dan rintangan di depan tampak begitu nyata, sedang kesempatan melaju meski masih ada tapi ‘kabur’ akan kepastian perolehannya, maka mundur pun bisa jadi keputusan terbaik, keputusan terbijak. Tentu setelah melewati berbagai ruang pemikiran.

Sedih, kecewa, tentu saja tidak absen untuk turut meramaikan suasana hati, mengiring kesempataan yang telah lepas. Namun itu tak akan dapat mengembalikan apaa yang telah pergi. Berpikir positif sajalah. Syukuri apa yang pernah sempat kita dapatkan, meski dalam waktu yang tiada lama, dan meski tidak berahir pada perwujudan mimpi. Bersyukurlah…

Bersyukurlah, karena dengan rasa syukurmu yang penuh tulus Allah janjikan nikmat-nikmat lain yang lebih besar. moga lain waktu masih ada lain kesempatan… Insya Allah,,,

"sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu..dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih" *Qs.Ibrahim 7*


Dahulu aku begitu membencinya

Witing tresna jalaran saka kulina

Pepatah jawa yang sarat arti, kurang lebih memuat makna "rasa suka dapat timbul karena terbiasa". dan saya pun mulai mempercayai kebenaran pengertian ini

Dulu saya sangat membencinya. Begitu bencinya hingga apa-apa yang mengarah padanya pun tak saya suka. Pembicaraan dan pembahasan apa pun kalau menyangkut tentangnya terasa begitu membosankan. Hingga kemudian, perjalanan waktu dan nasib mengantarkan saya untuk terpaksa berakrab-akrab ria dengannya. Awalnya terasa sungguh menjemukan. Rasanya begitu berat dan begitu malas tiap akan bertemu. Namun secara perlahan rasa berat itu berangsur hilang, menipis, dan akhirnya hilang. Bahkan kini malah saya sering merasa membutuhkannya… ya, sekarang saya sering mencari-cari tahu tentangnya…

Yah itu sepintas kisah saya bersama anatomy. Ya, dulu saya benar-benar membencinya. Bahkan salah satu guru pengajar biologi yang menyampaikan mengenai anatomi secara sederhana pun terpaksa ikut-ikutan jadi sasaran kebencian saya (maaf banget ya pak,, muridmu nakal begini,, tapi untuk bahasan-bahasan lain saya sangat suka kok pak,,,- sayangnya yang menyampaikan guru lain, dan sayangnya lagi hampir semua bab yang diajarkan bapak ada bau-bau anatominya).
Perasaan tidak suka yang masih saja ada, membuat semester-semester awal kuliah di kedokteran terasa “huah” susah, sampai-sampai ibu saya selalu berpesan “dek, pelajarannya dibaca, diulang-ulang terus ya,, meski sulit, meski pake bahasa latin, dan meskipun adek ndak paham yang penting terus dipelajari ya,,,” hm,, super sekali,, beliau yang sudah sepuh paham juga sama dunisaya, padahal rasanya ak pernah cerita, dan jawaban formalitas yang sayaberikan saat itu “nggih,,,” tok, tanpa embel-embel.
Dan baru sekarang-sekarang ini saja terasa enak juga, dan terasa untung, meski belum sampai tahap cinta, rasa butuh tahu, butuh ngerti yang pelan-pelan menghadirkan rasa nyaman mempelajarinya. Beruntung saya termasuk yang tahan terhadap ‘guru sejati’ kalau tidak, mungkin dulu jaman sering praktikum tingkat ketidaksukaan saya bisa berlipat-lipat…

Ah, memang,,, rasa suka itu perlahan tumbuh,,,
So,, moral teaching yang saya dapet dari pengalaman ini adalah: berhati-hatilah sama hal-hal yang ‘biasa’ itu,,, (terutama dalam hal interaksi, pergaulan, dan sebangsanya). *wink*

Senin, 07 Maret 2011

Tak perlu satu warna


Berbaur tidak berarti lebur,, bercampur tidak berarti merata,, sebagaimana adil tidak berarti sama rata..

Dirasa beda memang nyata beda,, tidak mesti segalanya serupa,,

Tanggung atau apatah orang berkata, biar saja,,

Dalam ramai, sendirian saja pun bisa, berteman sepi dalam gumulan dengung tawa berderai-derai,, berdiam ditengah sorak masai, biar,, biar beda pun tiada mengapa,,

Biar aku jadi diriku sendiri, tak usahlah mengekor, tak perlulah menjadi satu warna

Rabu, 23 Februari 2011

Balada tukang kerupuk

Terik kota Solo, serasa memanggang kulit, menyepuh tembaga kepermukaannya. Enggan keluar rumah, apalagi berjalan kaki tengah siang. Namun tidak dengannya. Galah panjang tertopang di pundak, degan kantong besar dikedua ujungnya, penuh berisi bungkusan kerupuk. “ kerupuk,, kerupuk,,,” “kerupuk neng, seribuan,, krupuk,, krupuk seribu aja...” kata-katanya meluncur, mempromosikan barang jualannya.

Salut dengan si bapak,, begitu keukeuh berkeliling meski ditengah sengatan panas matahari. Yah, meski dianggap remeh banyak orang, dinilai sepele “Cuma jualan kerupuk”, tapi menurutku bapak itu sungguh luar biasa. Aku mencoba mengira-ira, dibalik kegigihannya ada sebentang harap untuk mengulas senyum anak-anak dan istrinya. Di balik perjuangannya ada senilai kerja, yang mesti tidak dipandang umum dengan predikat “keren” namun baik, thoyib, serta halal. Dan aku mencoba mengurai makna, dibalik kerjakerasnya, ada rasa tanggung jawab sebagai keluarga, kewajiban memberi nafkah, kewajiban yang juga bernilai pahala

Semoga Allah memudahkanmu pak…