Tampilkan postingan dengan label bout learning. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bout learning. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 April 2011

harap


Tiba-tiba saja aku seperti tidak mengenalmu. Padahal sudah banyak bilangan waktu yang telah kita lalui. Meski bila dinilai dalam angka tahun masih cukuplah tangan sebelah untuk berhitung. Hari ini rasanya semakin asing aku dengan sosokmu. Entah, aku sama sekali tidak menyana, kau tiba-tiba saja berubah. Sungguh drastis. Dan hampir-hampir saja aku tak mengenalimu. Sikapmu begitu berubah. Sayu yang kulihat. Lesu.

Kau kaburkan kemana segala semangat juga impian yang dulu meluap-luap itu? Ah, mungkin kau sekarang tengah ketularan penyakit kebanyakan orang. Penyakit yang menjadikan kerdil pikiran, hilang harapan. Ya, mungkin kau mengekor pikiran itu, bahwa hanya orang berada saja yang punya hak untuk bermimpi. Sedang orang-orang serba pas-pasan macam kita ini tiada boleh ber-angan. Kalau boleh aku pinjam kata kepunyaan orang-orang yang ada di teve itu, meraka biasa bilang “melanggar HAM”.

Huh,, Aku jadi bingung sendiri. Entah aku yang tak dapat memahamimu, entah aku yang tak mengerti realita hidup, entah aku yang tidak bisa memprediksi peruntungan, dan berbagai “entah” apa pun lagi, yang jelas saat ini aku benar-benar tidak mengerti dan tidak bisa menerima perubahan sikapmu. Sudah kau buang kemanakah segala harap yang dulu pernah tersusun? Kau pergikan kemana keyakinanmu akan hari esok? Kemana mimpi-mimpi yang telah kau patri di awan sana?

Bukankah seharusnya saat ini justru kita harus bangkit mengejar segala mimpi itu? Tak usah lah perlu sayap untuk terbang ke langit menjumpainya, karena memang bukan dengan cara itu kita bisa mendapati cita dan asa yang telah tergantung tinggi itu. Ah, aku tiada paham maumu…

Lupakah kita pernah sepakat-sepaham, bahwa capaian hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah tugas untuk kita wujudkan esok hari? Atau kau lupa bahwa bila masih ada esok berarti bentangan kesempatan masih ada, ya masih ada, selama masih ada harap…

Hah,, kepalaku jadi pening memikirkannya….

When the world says Give Up, HOPE whispers try it ONE MORE TIME..

Kamis, 10 Maret 2011

Dahulu aku begitu membencinya

Witing tresna jalaran saka kulina

Pepatah jawa yang sarat arti, kurang lebih memuat makna "rasa suka dapat timbul karena terbiasa". dan saya pun mulai mempercayai kebenaran pengertian ini

Dulu saya sangat membencinya. Begitu bencinya hingga apa-apa yang mengarah padanya pun tak saya suka. Pembicaraan dan pembahasan apa pun kalau menyangkut tentangnya terasa begitu membosankan. Hingga kemudian, perjalanan waktu dan nasib mengantarkan saya untuk terpaksa berakrab-akrab ria dengannya. Awalnya terasa sungguh menjemukan. Rasanya begitu berat dan begitu malas tiap akan bertemu. Namun secara perlahan rasa berat itu berangsur hilang, menipis, dan akhirnya hilang. Bahkan kini malah saya sering merasa membutuhkannya… ya, sekarang saya sering mencari-cari tahu tentangnya…

Yah itu sepintas kisah saya bersama anatomy. Ya, dulu saya benar-benar membencinya. Bahkan salah satu guru pengajar biologi yang menyampaikan mengenai anatomi secara sederhana pun terpaksa ikut-ikutan jadi sasaran kebencian saya (maaf banget ya pak,, muridmu nakal begini,, tapi untuk bahasan-bahasan lain saya sangat suka kok pak,,,- sayangnya yang menyampaikan guru lain, dan sayangnya lagi hampir semua bab yang diajarkan bapak ada bau-bau anatominya).
Perasaan tidak suka yang masih saja ada, membuat semester-semester awal kuliah di kedokteran terasa “huah” susah, sampai-sampai ibu saya selalu berpesan “dek, pelajarannya dibaca, diulang-ulang terus ya,, meski sulit, meski pake bahasa latin, dan meskipun adek ndak paham yang penting terus dipelajari ya,,,” hm,, super sekali,, beliau yang sudah sepuh paham juga sama dunisaya, padahal rasanya ak pernah cerita, dan jawaban formalitas yang sayaberikan saat itu “nggih,,,” tok, tanpa embel-embel.
Dan baru sekarang-sekarang ini saja terasa enak juga, dan terasa untung, meski belum sampai tahap cinta, rasa butuh tahu, butuh ngerti yang pelan-pelan menghadirkan rasa nyaman mempelajarinya. Beruntung saya termasuk yang tahan terhadap ‘guru sejati’ kalau tidak, mungkin dulu jaman sering praktikum tingkat ketidaksukaan saya bisa berlipat-lipat…

Ah, memang,,, rasa suka itu perlahan tumbuh,,,
So,, moral teaching yang saya dapet dari pengalaman ini adalah: berhati-hatilah sama hal-hal yang ‘biasa’ itu,,, (terutama dalam hal interaksi, pergaulan, dan sebangsanya). *wink*

Sabtu, 12 Desember 2009



Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...
Kumpulan proses, aksi-reaksi, dan hubungan sebab akibat yang begitu kompleks, rumit meski dijelaskan dengan berbagai penyederhanaan. Padahal hanya secara parsial, dan hanya sedikit bagian saja. Maka aku menjadi terkesima akan penciptaan dan kuasa Nya.

Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...
Pikiranku serasa tidak sampai untuk memahami setiap penjelasan. Logikaku serasa tidak sanggup untuk merangkai setiap keterangan. Belum lagi rasa yang rentan akan keengganan, dan hati yang tak bersih dari kemalasan. Maka aku menjadi khawatir akankah kucapai kemaknaan?

Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...
Aku mendengar bahwa orang menaruh harapan, aku membaca bahwa orang menaruh kepercayaan. Terangkai dalam kepasrahan. Meski nilai semakin pudar, berganti pada kecurigaan. Maka aku menjadi takut membayangkan hari depan, bagaimanakah menyaring beragam pertimbangan?

Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...
Maka aku menjadi khawatir bilakah tercapai kualitas? kebaikan dan kesanggupan memilah keputusan, Kebenaran dan kelembutan memberi jawaban, serta ketepatan dan ketulusan dalam tindakan. Tidaklah mudah menggapainya, tapi aku tahu, tidak ada hal yg tidak mungkin...

Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...
Maka aku dapati tugasku kini mengumpulkan sebanyak-banyak bekal, serakan-serakan pemahaman untuk dirangkai dalam kemaknaan. Pencapaian akan setara dengan besaran usaha. Dan hanya dengan ijinNYA segala batasan dapat terlampaui.

Aku belajar,, Bahwa rangkuman ilmu didapat tidak berbatas waktu, tidak pula terkurung ruang.
Aku belajar,, Bahwa hanya Dia-lah yang maha sempurna, tak ada satu pun makhluk yang sempurna, dan aku pun menyadari bahwa tidak perlu kesempurnaan untuk belajar..

Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...

::: ya Rabb, mudahkanlah kami memahami, mengerti, dan mencari ilmu. Jadikan kami hamba yang tunduk, semakin terraih pemahaman maka biarkanlah semakin larut kami dalam penghambaan padaMu.
Sampaikanlah kami pada keridhoan dan barokah Mu.
Ijinkanlah ya rabb :::


Aku belajar, mempelajari ilmu yang tidak sempurna, secara tidak sempurna pula...

Jumat, 06 Februari 2009

krs-an


begitu juga dengan diri ini. bersama dengan Arista Novi, saudara se-PA saya, kami melaju melewati solo yang basah oleh siraman air hujan yang baru saja reda, menuju klinik Demangan Sehat. dr.Hartono PA kami berpraktek disana mulai pukul 17.00-20.00.

pukul 17.45 kami telah sampai di klinik. yang ada dalam bayangan kami sebelum berangkat tadi bahwa nantinya kami hanya akan sebentar disana, datang sebelum pasien berkunjung, konsultasi sebentar plus minta tanda tangan dan langsung pulang. tapi apa yang terjadi??? begitu kami tiba di klinik, sudah terdapat antrian cukup panjang. meski waktu itu dr.hartono belum datang.

oh, ternyata,, pasien-pasien sudah datang jauh-jauh sebelum kami... maka jadilah kami menunggu habisnya antrian. sambil berbagi cerita lucu, pengalaman belajar, pengalaman menerima khs, juga tentang harapan dan cita-cita jadilah waktu menunggu tidak terlalu berasa panjang.menjelang maghrib kami sudah bisa bertemu dengan dr. hartono, menkonsultasikan rencana study kami.

sambil membagi pengalamannya dengan bijak beliau menasehati kami. beliau bilang study jangan terlalu lama, dan harus ter-rencana (hm,, benar,, semua memang harus kita rencanakan bukan?). menanggapi kami yang sedang gusar masalah nilai yang masih cukup jauh dari angka yang diharapkan, beliau tersenyum, menenagkan kami dengan pengalamannya "selama sekian lama saya berpraktek baik disini (tempak praktek ppribadi) maupun di rumah sakit, tidak pernah ada pasien saya yang menanyakan Index Prestasi saya". :)ada-ada saja bapak PA saya ini,,

yang paling berkesan, pesan beliau bahwa sebagai wanita, kedepannya kami harus bisa jadi dokter yang handal, harus teguh menekuni ilmu dan jangan pernah berhenti menjadi pembelajar. spesialisasi harus ditembus. dan ketika berpraktek/bekerja nanti mestinya harus bisa mengatur waktu dan jadwal. sip deh. insya Allah. saya pun ingin bisa terus melanjutkan study... mudah-mudahan Allah memberi kemudahan..



menjelang awal semester, setelah registrasi, apalagi yang dilakukan para masasiswa kalau bukan KRS-an? merencanakan study selama satu semester kedepan. berkonsultasi dengan Pembimbing Akademik (PA), skalian minta tandatangan pengesahan KHS dan ACC KRS.

Senin, 19 Januari 2009

surgery? oh no! I won't become a surgeon

sore tadi, sebuah sms mampir di handphone saya. dari ain,, smsnya cukup singkat, tapi merangkum banyak rasa didalamnya.

"rhie, kamu kena bedah. yang lain alhamdulillah ga kena, kecuali IPD, belum keluar..." begitu kurang lebih isinya. selesai membaca, ada beragam perasaan yang begitu saja muncul dalam hati. campur aduk. mungkin sampai seperti adonan kue, gabungan dari berbagai unsur yang menyatu...

Pertama, saya merasakan bahagia dan syukur. pelajaran lain berarti sudah berhasil dilewati, sudah lulus. meski nilainya berapa, saya juga belum tahu. mungkin masih dari keluarga karbon? entahlah. yang jelas saya benar-benar berharap, kali ini rantai karbon yang mejeng dalam KHS saya semakin pendek. meski saya menilai diri saya masih belum sepenuhnya maksimal dalam belajar, namun saya tetap berharap bahwa usaha saya bisa meluruhkan ikatan antar karbon-karbon yang selama ini sering nangkring di KHS. yah, nanti seberapa pun hasilnya tetap harus bersyukur. harus!

Kedua, ada harap-harap cemas yang masih tersisa. selama pengumuman interna belum dipajang, rasanya masih akan terus penasaran. apalagi bagi saya yang sudah pernah merasakan "tidak berhasil" dalam melahap interna 1 yang 4 sks itu. saya berharap, untuk semester ini saya bisa melewati interna tanpa perlu ujian ulang.semoga.

ketiga, perasaan sedikit agak sedih turut mewarnai hati. yah,, sedihnya cukup sedikit saja. bedah ternyata saya belum berhasil, dan saya diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang. tentu saja saya tidak akan menyiakan kesempatan itu. saya pun berharap semester ini lulus semua pelajaran, tak terkecuali bedah. jujur saja, ketika mengingat proses menghadapi materi-materi bedah untuk persiapan ujian, saya merasa agak menyesal. entah, sedari awal, ketika mendapat kesulitan memahami ilmu bedah (terutama bedah orthopedi) sepertinya dalam diri saya ada reaksi penolakan. ada sugesti "biarlah,, toh saya ndak pengen jadi spesialis bedah". pikiran yang tentu saja tidak selayaknya muncul.

entahlah,, terkadang diri ini memang menjadi aneh..

kembali ke masalah bedah,, saya memang sedikit banyak menyesal. terlalu sedikit waktu yang saya pergunakan untuk mempelajarinya. dalam masa perkuliahan aktif jarang sekali saya membaca bedah. ketika minggu tenang, tak sedikit pun waktu saya luangkan untuk menyentuh handout dan catatan kuliah bedah. bahkan ketika jarak ujian bedah dan mata kuliah lain yang diujikan sebelum bedah berjarak cukup lama pun tak berhasil saya optimalkan untuk belajar bedah. bayangkan, bila ujian bedah dilaksanakan hari senin sedang ujian sebelum itu hari kamis. berarti saya punya 3 hari untuk bersiap. namun ternyata, waktu saya lebih banyak untuk hal lain, dan bahkan saya baru benar-benar belajar bedah ahad malam. pakai sistem ala pak dalang. tapi juga tidak sepenuhnya wayangan sih. daya tahan saya masih kalah dibanding pak dalang yang bisa memainkan wayang semalam suntuk, karena ternyata saya tidak bisa belajar terus-terusan semalaman. meski telah menegak kafein sekalipun. nyatanya, setelah menuntaskan secangkir moccachino saya malah bisa bertengger di pulau busa.

hm,, yasudah... yang sudah terjadi, biarlah terjadi. semua sudah menjadi bagian dari masa lalu.cukup dijadikan pelajaran saja. jangan malah memberatkan langkah. sekarang urusannya, yang paling penting adalah bagaimana menghadapi hari depan. bagaimana berusaha supaya mendapati esok yang lebih baik. dan bagaimana caranya saya bisa mencintai ilmu bedah dengan segenap hati...
---


Masa Penantian


Saya sedang berada ditengah masa penantian. Ada perasaan tak menentu. "Deg-deg"an, mungkin begitu. ada fase-fase optimis penuh harapan, namun terkadang ada kecemasan tentang ketiada berhasilan. pengennya segera cepat dilalui. segera ingin tahu hasilnya.

Ya, sekarang saya sedang berada di tengah penantian, saya masih menunggu. dan sampai sekarang pun masih terus menunggu... benar kata orang-orang, tidak nyaman dan tidak tenteram rasanya di masa penantian.

Karena saya begitu menantikan sebuah kepastian, kepastian bahwa saya lulus ujian.
---

Kamis, 09 Oktober 2008

3 hari saja

esok hari jum'at

lusa hari sabtu

kemudian hari ahad

dan paginya hari senin....

yah,, mid tinggal 3 hari lagi,,
tinggal 3 hari sja waktu yang ada untuk bersiap

Senin, 21 Juli 2008

belajar adalah proses


Dalam hidup ini kita tidak pernah lepas dari proses belajar dan pembelajaran. tidak hanya anak sekolahan atau kampus-an saja yang merasakan proses belajar itu.

Bosan. Jenuh. Terkadang itu yang kita rasakan. Kita merasa berat dan mungkin sempat terbersit untuk "mundur", berhenti, dan tidak melaju lagi untuk belajar. Kita lantas mencari tips-tips belajar. Mencari cara bagai mana supaya dengan upaya (belajar) sesebentar mungkin, secepat mungkin, semudah mungkin, dan segampang mungkin namun mendapat hasil yang luar biasa. kita ingin agar dengan sedikit belajar saja kita sudah bisa memahami semuanya...

Beruntung bagi yang punya ketebalan Iman dan kepercayaan kuat akan adanya hari pembalasan. sehingga tidak terpeleset dengan cara-cara yang menyesatkan.

kembali ke masalah belajar.
belajar adalah sebuah proses. dan setiap proses selalu berkaitan dengan dimensi waktu. tidak bisa serta-merta langsung jadi. maka dalam berproses , hal yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani proses itu dengan benar.

nikmatilah setiap proses. sabar dan ikhtiar itulah kunci yang harus kita miliki...

Just enjoy the process! :)