Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2013

Separoh bulan

"Ramadhan, maafkan aku tak seperti mereka,, "

Status FB seorang sahabat saya, beberapa hari yang lalu,,

Saya langsung merasa tersindir membacanya, bagaimana tidak? saat orang-orang tengah bersibuk saling lomba mengumpulkan sebanyak-banyak amalan, sibuk memohon ampunan, serta berbondong mencari pahala; namun pencapaian saya masih segini-gini saja,,

Kemudian tanpa sengaja saya menemukan satu note, dari seorang ibu muda, saya tidak kenal dengan beliau, tapi tulisannya cukup membuat saya tertampar,,
bagaimana tidak?
Dia yang repot dengan putra-putrinya yang masih balita begitu bersemangat melaksanakan berbagai ibadah ramadhan. Yang kala sholat, saat sampai sujud tiba-tiba sang anak sudah duduk manis, bertengger dipunggung ibunya, dikira sang ibu hendak mengajak main kuda-kudaan. atau kala lain, saat tilawah, tiba-tiba dedek merebut mushaf, atau kadang tiba-tiba rewel, lain waktu lagi, tiba-tiba bertengkar,,

sedang saya?
bahkan saat belum ada yang merepoti pun, lagi-lagi pencapaian saya masih segini-gini aja,,

ah,, tinggal setengah bulan kedepan,,
mari kita perbaiki,,

Sabtu, 19 November 2011

Yang lalu jangan jadi penghalang maju

Pernah ga sih, ngalamin yang namanya punya suatu harapan, harapan gede banget yang sangat pengen itu bisa kejadian beneran, dan itu udah kamu usahain bermacam cara buat ngedapetinnya, dengan berbagai halang rintang pula. Dan saat orang-orang bilang harapan kamu itu terlalu muluk, dengan kemungkinan amat-amat tipis terujud, dan masalah didepan yang perlu dilewatin masih terlalu banyak, tapi kamu tetep nekat melangkah maju juga. Dan saat semua yang didepan kamu benar-benar terlihat semakin menggelap, semakin tipis harapan, kamu mencoba untuk hidup realistis, lantas perlahan kau lepaskan semua yang sudah kau kejar itu. Dan ternyata setelah lama waktu berselang kamu baru tahu bahwa sebenarnya harapan yang telah kau lepas itu benar-benar bukan sekadar kembang tidur atau mimpi kosong di siang bolong, sesuatu yang sebenarnya bisa kau dapat. Pernah ga? Kaya apa rasanya? Nyesek dan pasti nyesel banget kan?

Tapi yang lalu memang sudah berlalu, ga mungkin juga bisa diulang. Kita ga punya mesin waktu kayak yang di laci meja belajarnya Nobita. Jadi biarlah, ikhlaskanlah. Yakini, bahwa tiap kejadian pasti mengandung hikmah dan pelajaran.. salah satunya yakni pelajaran untuk jangan pernah berhenti bermimpi. Juga jangan malah terpaku pada hal yang telah lewat, lalu terkungkung dalam berbagai pengandaian.. Past is past,, biarlah tetap dibelakang..

Satu lagi yang mungkin bisa diambil,,

Segede apa pun rasa pengen kita pada suatu hal, kalau Allah ga kasih ijin juga ga akan kejadian. Minta selalu sama Allah,, yakini kalo apa yang diberikanNya pastilah yang terbaik..

Belum tentu apa yang kamu anggep baik itu emang kenyataannya bener-bener baik. Dan belum tentu juga hal yang kamu pengeni banget itu juga bener-bener baik buat kehidupan kamu. Dia yang maha tahu ga mungkin salah kasih kok,,, *smile*

Minggu, 03 April 2011

harap


Tiba-tiba saja aku seperti tidak mengenalmu. Padahal sudah banyak bilangan waktu yang telah kita lalui. Meski bila dinilai dalam angka tahun masih cukuplah tangan sebelah untuk berhitung. Hari ini rasanya semakin asing aku dengan sosokmu. Entah, aku sama sekali tidak menyana, kau tiba-tiba saja berubah. Sungguh drastis. Dan hampir-hampir saja aku tak mengenalimu. Sikapmu begitu berubah. Sayu yang kulihat. Lesu.

Kau kaburkan kemana segala semangat juga impian yang dulu meluap-luap itu? Ah, mungkin kau sekarang tengah ketularan penyakit kebanyakan orang. Penyakit yang menjadikan kerdil pikiran, hilang harapan. Ya, mungkin kau mengekor pikiran itu, bahwa hanya orang berada saja yang punya hak untuk bermimpi. Sedang orang-orang serba pas-pasan macam kita ini tiada boleh ber-angan. Kalau boleh aku pinjam kata kepunyaan orang-orang yang ada di teve itu, meraka biasa bilang “melanggar HAM”.

Huh,, Aku jadi bingung sendiri. Entah aku yang tak dapat memahamimu, entah aku yang tak mengerti realita hidup, entah aku yang tidak bisa memprediksi peruntungan, dan berbagai “entah” apa pun lagi, yang jelas saat ini aku benar-benar tidak mengerti dan tidak bisa menerima perubahan sikapmu. Sudah kau buang kemanakah segala harap yang dulu pernah tersusun? Kau pergikan kemana keyakinanmu akan hari esok? Kemana mimpi-mimpi yang telah kau patri di awan sana?

Bukankah seharusnya saat ini justru kita harus bangkit mengejar segala mimpi itu? Tak usah lah perlu sayap untuk terbang ke langit menjumpainya, karena memang bukan dengan cara itu kita bisa mendapati cita dan asa yang telah tergantung tinggi itu. Ah, aku tiada paham maumu…

Lupakah kita pernah sepakat-sepaham, bahwa capaian hari ini adalah mimpi kemarin, dan mimpi hari ini adalah tugas untuk kita wujudkan esok hari? Atau kau lupa bahwa bila masih ada esok berarti bentangan kesempatan masih ada, ya masih ada, selama masih ada harap…

Hah,, kepalaku jadi pening memikirkannya….

When the world says Give Up, HOPE whispers try it ONE MORE TIME..

Rabu, 23 Februari 2011

Apa yang paling hebat?

Sekumpulan remaja tengah asyik berdiskusi disela rehat siang mereka.

“Eh, Boy, menurut kamu di Dunia ini apa yang paling hebat?” spontan Riko melontar Tanya tanpa langsung menunjuk pada siapa kalimat tanyanya tertuju.

“wah, lha ya pastinya mommy ku,, the greatest woman in this world, trus habis itu ya tentu aja daddy ku,,” bangga Nino menyebut kedua orang tuanya sebagai yang terhebat.

“lha, ya kalo gitu mah ga seru No,, selain Bokap-Nyokap dong,, misalnya nih, si Einstein.. keren kan dia, puinter minta ampun, sapa sih yang ga kenal Einstein?” sergah Diki dengan semangatnya

“huh, hebat apanya,, coba liat akhir hidupnya Dik,, mana keren,,,,” potong Nino tak mau kalah

“hoi, jangan rebut dung, namanya juga pendapat pribadi, tiap orang boleh punya dan mempertahankan pendapat masing-masing,, kalo Nino memilai orang tuanya paling hebat atau Diki menilai Einstein yang paling hebat itu sah-sah aja. Nha kalo menurutku siy,,, tentunya disamping Tuhan loh ya,,, yang paling hebat itu Waktu,,” sok bijak Kaka menengahi

“Ha,, Waktu???” sergah Diki, Nino, dan Riko kompak meski tanpa dikomando

“iya waktu, time,, dengan waktu banyak hal bisa kita dapatkan, dan hebatnya lagi,, time may change everything…” sembari mengulas senyum kalem Kaka menjelaskan

Tiba-tiba Riko mengangkat tangan “sebentar saudara Kaka, saya mengajukan keberatan..” dan “Hu,, sok resmi gayamu Ko,, udeh langsung aja,,” giliran Nino dan Dika yang protes dengan kelakuan Riko,,

“begini saudara-saudara, tentang rubah-merubah, saya tidak setuju kalau waktu dibilang bisa merubah segala hal, gini deh, apa ada orang ga punya yang diem aja trus tiba-tiba dengan berlalunya waktu dia jadi kaya raya? Apa anak yang bodoh yang walo ga ngapa-ngapa setelah sekian waktu dia terus jadi berotak encer? Enggak kan? Butuh usaha dan kemauan besar buat berubah, bukan semata-mata karena perjalanan waktu saja,,, sama halnya juga dengan lingkungan, ada orang yang bilang ‘aku berubah begini karena lingkungan’ menurutku tidak demikian, lingkungan emang pengaruh sih,, pengaruhnya juga signifikan sih,, tapi toh juga semata-mata karena lingkungan, kalian tau apa factor terbesar yang mempengaruhi perubahan seseorang?” serius riko berujar, dan ketiga temannya pub terdiam, seksama mendengarkan.

Masih dengan tampang seriusnya Riko tiba-tiba menunjuk dadanya sendiri “Ini lho,, ada di dalem sini,,, ya diri kita ini, ya kemauan kita ini,,,”

Ketiga audience pun manggut-manggut menyetujui Riko. “Eh, tapi ko, kok tiba-tiba jadi kesitu sih,, hubungannya sama pembicaraan awal kita tadi apa ya?” sok dodol Nino bertanya

“Aih, Nino,, don’t you get the point? Jadi ya, sepenangkapan aku, di-resume dari pembicaraan kita sejak mulanya tadi, yang paling hebat ya tentunya diri-diri kita ini, diri yang mau senantiasa berubah, dimana berubahnya tentu menuju yang lebih baik. Selain itu kita jadi hebat juga karena keteguhan kita, kemauan kita untuk tetap jadi diri kita meski lingkungan mengajak kita pada hal yang kurang baik, kurang-lebih begitu No,,” jelas Kaka

“hm,, I see” balas Nino dengan mimic lucu. Dan keempat sahabat itu pun saling tatap dan saling lempar senyum,,

“oke, teman-teman jam istirahat udah habis, sebelum berpisah ke kelas masing-masing mari kita toast dulu.. untuk hari depan yang lebih baik..”

***


They always say time changes things, but you actually have to change them yourself (Andy Warhol)

Kamis, 17 Februari 2011

Apa yang membuat kalian bergerak?

Mungkin mendengarnya membuat telinga kalian geli. What a stupid question, does it need to be answer? Sebagian mungkin ada yang berpikiran demikian. Atau sebagian lain malah tidak kepikiran, sepele. “Weleh, gini aja kok di tanyain”.

Yah, memang ini pertanyaan kecil. Tapi tidak selamanya yang kecil-kecil itu tidak berarti, adakalanya malah jadi inti. Pun pertanyaan sesimple ini, “ Apa yang membuat kalian bergerak”. Pertanyaan yang akan memancing kita untuk sejenak merenung, memaksa kesadaran kita untuk minimal sesaat saja menilik keadaan diri kita, kemudian akan mengalir lanjutan pertanyaan “sudah benarkah gerak saya”, “sudah benarkah jalan yang saya lalui”, dan sederet pertanyaan lain…

Mulai dari satu pertanyaan simple ini, lihat kebelakang, lihat keadaan sekarang…

``back to ‘Nawaitu’, sudah benarkah di awalnya? Masih bersihkah ketika ditengahnya? Dan masihkah niat itu masih utuh seperti sediakala, masihkah seperti saat awalannya kah?

Niat. Niat. Dan niat. Lagi-lagi tentang niat. Ya, karena niat hal yang sepele saja bisa bernilai besar. Karena niat perbuatan kecil dapat memuat banyak makna. Dan karena niat pula perjuangan berat bisa jadi hilang begitu saja, tanpa membekas kebaikan. Ya niat,,,

Senin, 23 Maret 2009

Metamorphoself, saatnya berubah!




jaman masih SD dulu, saya dapat pelajaran IPA, tentang metamorfosis. waktu itu guru saya mencontohkan metamorfosis pada katak. tentang perubahan-perubahan bentuk yang terjadi selama fase kehidupan katak, hingga akhirnya menjadi katak besar, katak dewasa yang sempurna.

juga kupu-kupu, dari telur ia berproses lewati sekian fase hingga akhirnya jadi kupu-kupu cantik. manusia pun senantiasa bermetamorfosis. bukan dalam bentuk fisik yang tampak oleh pandangan mata. tapi lebih pada metamorfosis sifat. ada sekian fase, kalau dihubungkan dengan tahap perkembangan manusia (kalau saya tidak salah) ada id, ego, super ego, dst (nih temen2 psikologi yang lebih paham).

kalau saya pribadi lebih cenderung menafsirkan metamorfosis pada manusia merupakan kemauan dan keinginan kuat untuk senantiasa berubah menuju kondisi yang lebih baik. tentu saja ini merupakan kemauan yang diwujudkan dalam kehidupan. artinya ada proses perbaikan..

saya pun ingin menuju kesana, bermetamorfosis menjadi pribadi yang lebih baik.
mari bermetamorfosis!



Metamorphoself, saatnya berubah!
saatnya menjadi lebih baik..
ya inilah saatnya tuk kembali!

Sabtu, 03 Januari 2009

di tengah ujian

masa tengah ujian,,, salah satu bagian waktu yang kurang saya sukai,, yah,, saat paling menegangkan diantara waktu-waktu lain dalam 1 semester. masanya sistem imun sering tersupresi oleh banyaknya bahan kuliah yang menumpuk selama hampir 6 bulan. mungkin karena saya kurang rajin dan kurang sungguh-sungguh dalam mencicil mempelajari setiap harinya.. (memang benar siy,,, jarang belajar..)
namun meski bagaimana pun, inilah bagian dari fase hidup yang mesti saya lewati. sudah merupakan bagian dari proses "menjadi" yang harus saya jalani. mau ga mau ya inilah jalan saya. toh bagaimana pun dulu sejarahnya, nyatanya dengan sepenuh kesadaran, tiga setengah tahun yang lalu saya sendirilah yang memilih jalan ini. Memasrahkan diri di “malam terakhir” dan memantapkan pilihan dengan mencantumkan beberapa digit kode-kode dalam formulir SPMB. Lha sekarang? mau bagaimana pun harus bisa!!! Ga ada pilihan lain!!! Ya, Harus bisa!!! Bahkan bila mesti melalui proses yang melelahkan, atau bila harus saya rasakan jatuh-bangun pun. saya harus bisa!!
I have to be strong!! harus kuat!!! yup. begitulah. toh jadi dokter kan konsekuensinya juga sangat berat. tanggung jawabnya sangat besar. Lha bagaimana tidak??? Wong tanggungannya atas nasib (kesembuhan) orang. bukan hal yang ringan kan?? Meski kesembuhan itu sendiri hak prerogatifnya Allah buat ngasih atau tidak, tapi bila nantinya kita yang didaulat akan menjadi salah satu wasilah jalan kesembuhan, bila tidak berupaya maksimal bagaimana???
bayangkan saja, ketika jadi dokter kelak kita "bebas" saja memasukan zat kimia ke tubuh pasien. zat yang kita harapkan dapat menjadi jalannya meraih kesembuhan, tapi kalo salah sedikit saja, entah salah dalam cara memberikan maupun salah dosisnya bisa jadi malah membawa bencana? yah,, jangankah yang jelas-jelas salah (meski kecil, akibatnya bisa fatal loh..), yang jelas-jelas sudah benar saja juga bisa jadi masalah (misalnya reaksi anaphilaktik!!) gawat kan???
tuh.. kan.. makanya harus belajar yang bener... (seperti pesan bunda tersayang aja…)
so,,,nikmatilah setiap proses, jalanilah dengan sabar,,
meski jalannya jauh dan (mungkin) teramat panjang ya harus sabar & telaten dijalani dan meski terkadang banyak tanjakan dan tikungan yang harus dilalui (seperti jalanmenuju ke tawang mangu..) bahkan bila lelah pun ikut menghadang, ayo!! bangkitlah. tetaplah bersemangat!!! semuanya pasti dapat dilalui dengan indah... Insya Allah, dengan seizin dan dengan rahmat Allah semuanya kan jadi mudah... (insya Allah, mudah-mudahan ya)
semangat!!! semangat!!!semangat!!!
semangat belajar,, semangat ujian,,

---
semangat!!
yah,, meski saya tidak mengerti intisari atau formulasi apa yang dikandung dalam sebuah kata: SEMANGAT!!! Hingga kata itu sering saling diberikan oleh sahabat-sahabat. saya hanya tahu kalau kata ini bisa "membakar" orang. Yah,, meski menjadi terbakar atau tidak sebenarnya tergantung dari kemauan dari masing-masing personal... lah, iya kan?ibaratnya sebuah benda, mau dibakar pakai apa pun kalau bahan yang hendak dibakar inert, ga akan terbakar juga kan? begitu juga sebaliknya...
ah, entahlah,,, saya hanya bisa berharap. Semoga diri ini tidak bersifat inert.. semoga selalu bisa memompa diri untuk terus on fire (meski kadang meredup—namun semoga nyalanya terus terjaga)
ayo semangat!!! burn ur self rhie!!! :)

Senin, 21 Juli 2008

Ga boleh putus!

Bagaikan roda. Begitulah orang-orang menggambarkan putaran kehidupan. adakalanya seseorang berada di atas, bahkan di puncak. kala lain, bisa jadi orang tersebut berada di bawah. bahkan di titik terendah. meski tak seorang pun yang menginginkan berada pada posisi terendah.

saat berbagai kesulitan dan kesempitan itu datang, terkadang perasaan tak mampu dan tak akan sanggup melewati berkeliaran dengan bebasnya dalam pemikiran. perasaan ingin menyerah terkadang turut menyertai.

seberapa pun besar perkara yang kita hadapi tak layak bila kemudian kita berputus asa.

lihatlah dalam surat 12:87
"janganlah engkau berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah hanyalah orang-orang kafir"

lihatlah sekeliling. ada lah mereka yang posisinya diatas dan ada pula yang dibawah. lihatlah mereka. lihatlah ke atas dan jadikan semangat. lihatlah kebawah, dan sadarlah, serta bersyukurlah.. boleh jadi kita merasa beban kita terlalu berat, tetapi disana ada yang punya beban lebih berat namun tetap tegar.

lihatlah sekeliling. lihatlah alam yang begitu indah. lihatlah betapa mahabesarnya sang pencipta. sadarilah, bahwa kita hanyalah bagian yang sangat-sangat kecil dari semesta ini.

maka tak layak kita berputus asa. karena sungguh, rahmat Allah begitu luas!

belajar adalah proses


Dalam hidup ini kita tidak pernah lepas dari proses belajar dan pembelajaran. tidak hanya anak sekolahan atau kampus-an saja yang merasakan proses belajar itu.

Bosan. Jenuh. Terkadang itu yang kita rasakan. Kita merasa berat dan mungkin sempat terbersit untuk "mundur", berhenti, dan tidak melaju lagi untuk belajar. Kita lantas mencari tips-tips belajar. Mencari cara bagai mana supaya dengan upaya (belajar) sesebentar mungkin, secepat mungkin, semudah mungkin, dan segampang mungkin namun mendapat hasil yang luar biasa. kita ingin agar dengan sedikit belajar saja kita sudah bisa memahami semuanya...

Beruntung bagi yang punya ketebalan Iman dan kepercayaan kuat akan adanya hari pembalasan. sehingga tidak terpeleset dengan cara-cara yang menyesatkan.

kembali ke masalah belajar.
belajar adalah sebuah proses. dan setiap proses selalu berkaitan dengan dimensi waktu. tidak bisa serta-merta langsung jadi. maka dalam berproses , hal yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani proses itu dengan benar.

nikmatilah setiap proses. sabar dan ikhtiar itulah kunci yang harus kita miliki...

Just enjoy the process! :)

Minggu, 20 Juli 2008

jadilah lilin yang kokoh





"daripada mengutuki gelap ambillah sebatang lilin dan nyalakan"
begitulah motto hidup pak nug, salah satu dosen di uns yang kemaren jadi pemnbicara dalam diskusi tentang potensi otak...

aku jadi berfikir tentang lilin...

ada yang bilang jadi lilin itu menyedihkan,
dia menyala untuk menerangi kegelapan lingkungannya,
tapi ia sendiri terbakar,
meleleh,,
kemudian habis,
dan padam...
lantas kembali gelap..

terkadang ada orang yang merasa hidupnya sedemikian,
bagai lilin yang merana...

tapi tidak seperti itu juga..

jadilah lilin...
jadilah lilin yang menerangi...

bila engkau adalah lilin,
jangan pernah kmenjadi lilin yang kerdil,,
jangan jadi lilin kecil yang hanya bisa nyala sesaat,
dan padam serta habis,,

bila engkau adalah lilin,,
jadilah lilin yang "besar"

yang mampu menerangi lebih terang,,
yang jangkauan sinarnya jauh lebih luas,,

yang akan lebih tahan dan lebih kuat...


bila engkau adalah lilin,,

jadilah lilin yang bertepikan kaca,,
jadilah lilin kokoh,,
yang tidak gampang meleleh dan hilang...

Rabu, 16 Juli 2008

Masalah adalah Cerminan Kekuatan


Dalam hidup ini, tak ada seorang pun yang tidak pernah merasakan adanya permasalahan. Semuanya pasti telah pernah bermasalah. Bahkan ada yang mengungkapkan bahwa salah satu ciri hidup adalah bermasalah, atau dapat dikatakan bahwa adanya permasalahan dalam kehidupan adalah hal yang wajar dan memang sunatullah ada.

Kadar permasalahan setiap manusia pasti berbeda. Pun demikian dengan penyikapan orang tersebut terhadap permasalahan yang didapatkannya juga berbeda-beda tiap individu. Ada yang baru sedikit saja ditimpakan masalah sudah mengeluh panjang, namun ada pula yang begitu tenang meski ternyata memiliki berjuta permasalahan berat.

Ketika sampai pada titik kulminasi kadang kita merasa begitu berat, bahkan mungkin sampai merasa permasalahan yang kita hadapi sangatlah sulit… namun sebagaimana tertulis dalam surat al Baqarah “ Allah tidak membebani seorang hamba diluar batas kedanggupannya”(2:286). Artinya, ketika seseorang mendapat permasalahan, sesungguhnya Allah tau bahwa orang tersebut pasti dapat mengatasi permasalahan yang menimpanya. Dan besarnya masalah yang kita hadapi mencerminkan seberapa besar kekuatan dan kesabaran yang kita miliki.

Dengan memberikan permasalahan untuk kita hadapi dan kita selesaikan, sebenarnya Allah telah menaruh persangkaan baik pada kita bahwa kita pasti mampu melewatinya. Dan hanya orang yang kuat dan yang sabar yang mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik..

Maka berbahagialah wahai orang yang bermasalah,, sungguh itulah bukti sayangnya Allah. Dan Allah pun mungkin sedang menguji, seberapa besar kesungguhanmu menyayangi dan mencintai_Nya?

Yakinlah, bahwa tiada permasalahan yang tak ada jalan penyelesaiannya…

Kamis, 10 Juli 2008

Kesalahpahaman Tentang Sukses


Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan
lain-lain. Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2

Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan. Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3

Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5

Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses. Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6

Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses. Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang. Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8

Sukses adalah bila semua orang mengakuinya. Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan. Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas hal apa?”

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir. Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

_dari informasi seminar dari milis trainersclub

Rabu, 09 Juli 2008

ayo semangat!!!

Sayonara zetsubou omoi!
Dare mo minna hitori jya nai!
Isshou ni motto ganbaru yo!
Salamat tinggal perasaan putus asa!


Tak ada seorangpun yang sendirian
Bersama, ayo kita berjuang lebih keras!
ayo semangat!! perjalanan masih panjang,
dan kita pun tak pernah tahu dimana dan kapan jalan ini berujung.
lakukan terbaik selama masih ada kesempatan.

cuz life is a chance, life is journey

Senin, 30 Juni 2008

Mengobati Kesulitan


Dalam sebuah kisah, diceritakan bahwa dahulu ada seorang bijak yang tengah ditimpa musibah. Kemudian sahabat-sahabatnya datang hendak menghiburnya. Namun dalam penderitaannya, sang bijak tetap tersenyum. Ia pun berkata kepada para sahabatnya “aku telah menyediakan obat untuk kesulitanku, yang aku ramu dari enam bahan baku.” Para sahabat kemudian bertanya “apa saja keenam bahan baku itu?” sang bijak pun menjawab “pertama, miliki keyakinan yang kuat kepada Allah. Kedua, berserah diri pada ketetapan yang pasti yang akan terjadi. Ketiga, kesabaran yang tidak ada duanya, yang dapat memberikan efek positif kepada orang yang sedang ditimpa musibah. Keempat, keimanan yang tidak tergoyahkan untuk melakukan hal-hal yang telah aku sebutkan. Sebab tanpa menunjukan daya tahan dan kesabaran, apa yang bias aku selesaikan? Kelima, bertanya kepada diriku sendiri: mengapa aku harus menjadi pelaku bagi kehancuran diriku sendiri? Yang keenam, meyakini bahwa dari satu jam ke jam berikutnya, keadaan selalu berubah dan kesulitan pun akan hilang.”

Maha suci Allah, orang bijak ini mampu mengobati dirinya sendiri sebelum datang orang lain yang menawarkan pengobatan kepadanya. Ia mampu tersenyum sebelum datang sahabat-sahabatnya untuk menghiburnya. Karena dia telah menemukan kebahagiaan bersama Tuhannya. Maka dia tidak lagi butuh dibahagiakan oleh orang lain…
(source: tarbawi)