Tampilkan postingan dengan label oleh-oleh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oleh-oleh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

kalau jatuh karena jalan rusak?

Serasa orang ilang,, sendirian masuk ke meetingroom nya hotel griya patra, ditengah para senior; kepala berbagai puskesmas, RS, klinik swasta, juga bapak-bapak Kanit Lantas dari berbagai kecamatan. Jadi bener-bener berasa anak kemarin sore,, tapi demi memenuhi undangan polres,, mari kita ikuti acaranya dengan seksama,, :)

Pas nerima undangan, tertulis judul acaranya  Rapat koordinasi 'bersama menyelamatkan korban kecelakaan'. Awalnya saya kira mau bahas tentang operasi ketupat, apalagi sebagai preambule pak Kasat Lantas menyebutkan bahwa kecelakaan tidak berkaitan dengan sistem kalender berbasis matahari, tapi terpengaruh oleh kalender berdasar bulan alias kalender hijriah. Wah semakin deg-degan lah saya,, jangan-jangan ini bagi-bagi jadwal jaga posko,,

Tapi ternyata bukan, inti acaranya adalah, pengeratan kerjasama antara kepolisian, pihak medis, dan jasa raharja untuk meningkatkan upaya prefentif sekunder, yakni penyelamatan korban kecelakaan. Nah dari uraian baik yang disampaikan Kadinkes, Kasat lantas, maupun kepala JR, ada satu hal yang menurut saya cukup menarik, yang sayangnya tidak masuk dalam pembahasan.

Dinyatakan bahwa JR tidak menjamin kecelakaan tanpa lawan (kecelakaan tunggal), kecuali bila kecelakaan tersebut terjadi pada angkutan umum (selama si korban adalah penumpang resmi tentunya). Kenapa saya bilang menarik? Dari pernyataan tersebut, berarti orang yang mengalami kecelakaan tunggal, kalau pakai kendaraan pribadi berarti tidak dapat di klaim ke JR. Nah kalo penyebab kecelakaannya karena misalnya kendaraan tidak layak pakai, tidak memenuhi standar safety riding, tidak punya surat lengkap, ato kelalalaian pengendara ya bisa diterima lah ya,, tapi kalo karena kondisi jalan yang rusak dan tanpa perbaikan gimana? Misalnya pas posisi habis ujan,, lubang-lubang yang dalem itu ketutup genangan air campur lumpur,, ga keliatan kan? kalo ada motor lewat dan ga liat, walaupun kondisi motor bagus, perlengkapan safety juga udah dipakai, tapi kalo akhirnya 'kejeglong' ke dalem lubang, trus jatoh deh tu motor,, siapa yang salah? (ya salah juga sih,, salahnya lewat situ.. lha tapi kalo ga ada jalan lain, mau lewat mana lagi?).

nah loh,, jadi gimana dong?

oia, temen-temen yang membutuhkan info lengkap tentang jasa raharja bisa klik disini ya..


Selasa, 15 Februari 2011

Cerita dari 'ding-ding'


 Jaga “ding-ding” -istilah yang kami pakai diantara sesama koas, artinya langsung jaga lagi setelah jam jaga usai, atau bisa dibilang jaga 2 hari berturutan-  selalu kedengaran 'WOW! Maknyuss!" bagaimana tidak? Aku akan stay sekitar 30-an jam lebih di Rumah Sakit. Makan, mandi, dll semua disana. Baiklah, demi bisa mudik pas hari libur pekan depan, gapapa-lah dapet tukeran nya yang "ding-ding" kaya gini. Ok, I take this chance (selalu semangat kalo ada embel-embel bisa mudik, eh numpang bobok di rumah). Toh kebetulan lagi stase neuro, kata beberapa teman yang sudah jaga hari-hari sebelumnya jaganya “aman” dan tenang. Siplah, berarti akan ada cukup waktu buat istirahat nantinya.

Dan saat jaga pun tiba,
“Allahuma ‘ilman nafi’a” doa wajib sebelum berangkat jaga sudah kubaca. Sambil motoran menuju rumah sakit. Bismillah, hopefully jaganya manfaat. Dan ternyata,, eng.. ing.. eng.. 100% tidak menyangka sama sekali, tiba-tiba banyak pasien MRS hari itu. Panggilan IGD bertubi-tubi,  di bangsal ternyata juga full keluhan. Its okay, you have to keep smile, Rhie. Well, this just about taking care of others. Semoga manfaat (InsyaAllah berkah) *yah meski sempet ada fase ngeluhnya juga sih,, :D* 
Ah, jadi teringat ibu dirumah, dulu waktu waktu beliau opname dan tengah menghadapi masa sulitnya , aku yang anaknya malah tidak bisa full mendampingi :'(

Hm,, back to cerita jaga. Benar-benar pengalaman luar biasa. Banjir keluhan, bahkan berentetan dan berurutan. Tadinya 1 pasien yang mengeluh, belum ada selang satu jam, pasien bed-nya seberangnya gantian meminta perhatian. Belum lagi pasien dari kamar lain yang juga memanggil. Beruntung ada keluhan yang dapat diselesaikan dengan edukasi, meyakinkan, dan menenangkan. Beragam kisah berkesan kulalui malam itu. Salah satunya cerita seorang ibu afasia.

Dia, ibu-ibu yang bilangan usianya cukup untuk dikatakan sepuh, sudah dalam perawatan hari kesekian. dulunya gula, tidak terkontrol, dan kini stroke. Alhamdulillah sudah tampak cukup banyak perbaikan. Terutama dalam hal komunikasi. Meski beliau memang belum bisa mengatakan apa yang ingin dikatakannya, afasia motorik. Malam itu sudah begitu larut, bahkan tak kusadari malah sudah hampir habis. Seorang bapak menghampiriku, yang kemudian aku tahu bahwa dia anak dari pasien tersebut. “dok, ibu saya kenapa ya? Semalaman itu mengerang terus. Sepertinya itu beliau menangis terus. Tidak mau berhenti nagisnya dok. Kenapa ya?” *nah loh, ini yang katanya pasien lain yang sekamar jadi gak bias tidur dan mengeluh pusing @_@*
Oke, saya pun menghampiri. Ya, beliau memang menangis. Saat kutanya kenapa, tangisnya tidak berkurang. Kusentuh tangan dan kutepuk pelan, tak disangka, tangisnya semakin menjadi. Hm,, tahulah aku *walau sebenarnya sok tahu* si ibu tengah depresi karena afasianya ini. Orang-orang sekitarnya tidak paham keinginannya, dia tidak bisa menyampaikannya. Ah, lagi-lagi aku jadi ingat ibuku, masih sangat beruntung beliau bias menyampaikan padaku, menyampaikan resa frustasinya “dek, kok ibu ga sembuh-sembuh ya. Tangan kanan ibu belum bisa diangkat keatas. Ibu pengen cepet-cepet sembuh. Ibu pengen bisa masak lagi”.
Ah aku pikir pasti pasien itu jauh-jauh lebih depresi ketimbang ibuku, apalagi penyakit penyerta yang dialaminya juga bermacam- macam. Akhirnya kusampaikan saja pesan-pesan singkat, serupa dengan yang sering kusampaikan pada ibu saat aku pulang. “ ibu yang sabar ya,, sabar juga “obat” tersendiri buat stroke lho bu,,, jangan lupa banyak-banyak doa, kalau ibu sabar dan ridha insya Allah ada nilainya…”
Benar-benar berasa haru… Ah, si bapak penunggu ini. Sejujurnya aku ngiri padamu pak,,, ngiri sama bapak yang perhatian nungguin ibunya yang sakit, yang ga ngeluh meski banyak begadang, dan tahukah pak apa yang membuatku lebih iri lagi? Saat entah adik atau mungkin istrimu menelfon dari rumah, meminta supaya ibu tadi shalat malam, dan kau mengingatkan bahwa subuh sebentar lagi akan datang…

great boy

Bener juga, selalu ada sesuatu yang didapat dari silaturahim. Dan senja hari itu menjadi senja yang berkesan untukku. Yah, kuakui aku salah waktu. Nekat sih, sore-sore menuju petang bertangdang ke rumah orang. Namanya sore kan mestinya juga rumah lagi sibuk,, tapi ya dasar nekat,,,

Waktu itu aku pikir, tak jadi masalah kan Cuma sebentar saja, pinjem modul trus langsung balik. Ternyata sebentar pun relative. Rasanya baru beberapa saat, lha kok sudah adzan maghrib. Saat itu kami tengah diskusi, aku mendenganrkan penjelasan beliau. Tiba-tiba adek kecil –kayaknya belum ada 2 tahun, bicaranya masih patah-patah- “ma, owat”. Ketika sang bunda belum menghampiri, terus saja anak kecil itu berkata “Ma, owat”, dijawab “ya nak sayang, tunggu sebentar”. Masih saja dia berkata “ma, owat” dengan lebih keras. “iya saying sebentar lagi kita sholat”.

Ups,,, masya Allah,, adek kecil ini,,, rupanya ia sudah terbiasa begitu mendengar adzan langsung bersiap-siap untuk shalat. Duh malunya aku,,,

Senin, 29 November 2010

mendadak juri

Ga nyangka, tiba-tiba ada adek kelas meminta jadi juri. lebih kaget lagi pas dia bilang juri lomba masak antar bidang di organisasinya. Wew,, kerjaan yang ga mudah sepertinya.

Begitu dateng ke lokasi, peserta sudah bersiap. Dan wow,, kreatif-kreatif. Sem

uanya memasak sesuatu yang baru. Dengan bahan basic berupa ubi. TOP semua deh,,, salut sama kreativitas juga

kekompakan semua timnya..

Senin, 01 November 2010

Mozaik Lampu Merah



Lampu merah. Perempatan jalan. Mungkin itu tempat tersering yang kamu kunjungi dalam keseharian, ah tapi apa iya? Aku tidak tahu pasti, seperti biasa, aku hanya menduga-duga. Dan tepat saat lampu berganti rupa dari kuning ke merah, waktu yang selalu kamu harap, kamu berlari, nyengir, mencari target operasi…

“mbak makan,, minta buat makan…” memelas, kamu tunjukan wajah itu.

Jujur saja, aku bimbang. Aku tahu kamu memang perlu rupiah, tapi apa begini caranya? Tidak sulit memang mengulurkan keeping melati atau jalak bali, bahkan jika yang ku keluarkan hanya sebiji perak kakatua raja pun kamu pasti senang, segera kabur, lari ke pengendara selanjutnya. Tapi apa ini bijak?

Ah kamu ini masih anak-anak. Aku tak tahu bagaimana kehidupan bisa membawamu ke bawah terik jalanan. Apa itu pilihanmu? Atau ada yang menyuruhmu? Atau bahkan kamu merasa nyaman bersama debu jalanan karena rupiah mudah bergelincir ke tanganmu? Lagi-lagi aku tidak tahu..

Ya, kamu ini masih bocah kecil..

“sudah nggak sekolah, kan sudah lulus SMP. Sekolahnya sudah selesai,,” lugu jawabmu waktu itu, saat kutanya tentang sekolahmu. Masih dengan mimik nyengirmu, lucu. Aku pikir kamu ini anak baik. Saking lugunya, kamu menganggap sekolah itu cukup sebatas lulus sampai tamat es-em-pe, dan sudah. Persis sama kayak program pemerintah yang sering digembor-gemborkan : wajib belajar 9 tahun. Ah mestinya wajib belajar itu nggak cukup 9 tahun, mestinya lebih,, lebih,,, dan lebih,,, hm,, atau jangan-jangan kamu malah bingung buat apa sekolah? Jangan-jangan kamu putus asa dan beranggapan tidak ada guna sekolah?

Terlalu banyak persangkaan…

kepalaku penuh berbagai Tanya…

ah,, kamu ini masih anak kecil nak,,, maafkan aku nak,, bukan maksud berbuat jahat padamu. Bukan juga terlalu sayang terhadap koin-koin ku. Aku hanya berpikir, bahwa ini tak baik untukmu. Tak baik jika kemudian tertaman dalam benakmu, “mudah saja mengumpul rupiah, cukup menadahkan tangan, tak perlu lah yang namanya kerja”. Aku takut kamu jadi tidak mandiri. Aku takut kamu jadi ogah belajar dan bekerja dengan benar di hari-hari nanti. Aku takut jika kelak kamu akan lebih senang menggantungkan hidupmu pada pemberian orang. Dan aku lebih takut jika hari-hari mu yang begini, pelan-pelan membunuh mimpimu,,,

maafkan aku nak…
moga kelak engkau bertemu dengan hari-hari yang lebih indah, lebih berwarna dari yang sekarang ini. moga engkau mengerti,,,
 

Kamis, 01 April 2010

april mop



Dapet info keren dari notes temen:
April mop (the april's fools day) atau hari yang dianggap sah-sah saja untuk berbohong, bahkan jadi semacam kebudayaan dan permainan, ternyata merupakan peringatan taunan (semacam ulang tahun gitu,,) bagi pembantaian ribuan umat muslim di spanyol tahun 1497M atau 892H. Dimana pembunuhan massal ini dilakukan melalui berbagai penipuan. Tak hanya keji, tak hanya pasukan muslim saja yang diserang, tapi semua muslim, baik wanita maupun anak-anak.

Maka rasanya tak layak buat kita-kita yang ngaku muslim buat mudah ikut-ikutan budaya luar yang tidak sesuai, meskipun sebatas bercanda, bermain, atau sekadar seru-seruan.

Bohong pas tanggal 1 april sering dianggap hal yang diperbolehkan. Tapi,, apa ga inget kalo bohong tu dosa?sejak kecil orang tua kita sering memperingatkannya. Makanya ga wajar kalo kita ikut-ikutan iseng dengan teman ber-april mop ria. Apalagi ditilik dari segi asal-usulnya,, yah Sejarah april mop tak lepas dari jejak pembantaian kaum muslim. Jadi?

Rabu, 04 Februari 2009

Regathering



setelah sekian lama berpisah, tidak saling berjumpa, dan tidak saling mengerti kabar, akhirnya sebuah pertemuan bertajuk "reuni" dapat digelar...

yah,, sudah lebih dari 3 tahun tidak berkumpul, dan hampir 5 tahun untuk teman yang berpisah jurusan. maka ajang reuni menjadi ajang yang seru untuk saling berbagi. saling bercerita,,

meski terkadang tanpa sengaja tiba-tiba saja pembicaraan sudah terseret dan bergeser pada membicarakan orang lain. itulah, makanya sesama teman perlu saling mengingatkan...


Reuni?? siapa sih yang tidak ingin bertemu dengan teman lama? berbagi cerita, menghabiskan waktu dalam kebersamaan..

Senin, 21 Juli 2008

Belajar Optimal



Alhamdulillah, hari Sabtu tanggal 19 juli kemaren berkesempatan mengikuti acara diskusi tentang potensi otak dan belajar optimal di FE UNS.

pak Nug menyampaikan banyak hal,,
mulai tentang otak, tentang hal/faktor yang mempengaruhi belajar dan macem2 lagi..
ternyata faktor kecemasan sangat mempengaruhi proses belajar lho...
selain itu faktor penting dalam mencapai keberhasilan dalam belajar adalah tentang penilaian diri, yakni bagaimana kita menilai diri kita sendiri..
mungkin sesuai dengan "Allah mengikuti persangkaan Hambanya.."

yups!betapa pun sulitnya,, optimis saja lah!!