Sabtu, 19 Februari 2011

Karena aku sayang padamu

Dingin, mungkin itu yang kaurasakan, setelah lewati angin malam, apalagi mendapati sikapku malam itu.

Lelah, mungkin itu yang kaurasakan, setelah penuh hari kau habiskan dengan berbagai aktivitas, apalagi mendapati rentetan tanyaku malam itu.

Keras, mungkin itu yang terlintas dalam benakmu, pikirmu akan sifatku.

Maaf, untuk sambutan dinginku malam itu, untuk sapaan hangat maupun ulasan senyum yang tak ku berikan saat bertemu.

Maaf, untuk sekian Tanya malam itu, Tanya yang mungkin membuatmu kian penat

Aku demikian hanya karena aku khawatir, saat pekat engkau belum juga pulang. Bukan karena aku tak percaya padamu, sungguh aku yakin diluar sana hanya hal-hal manfaat yang kamu lakukan, hanya hal yang baik yang kamu lakukan, sungguh aku percaya padamu. Aku beginu bukan ingin mengekangmu, tidak. Sedikitpun tidak ada dalam pikiranku.

Aku demikian hanya karena aku sayang padamu.

Kamu pun pasti tahu, malam selalu dekat dengan gelap. Kamu juga pasti tahu, dalam gelap tak jarang terselip muslihat. Lindungilah dirimu selalu,, jangan lagi pulang larut.

Aku demikian hanya karena aku sayang padamu, adikku…

Kamis, 17 Februari 2011

alternatif FB

namanya juga makhluk sosial,, bersoaialisasi tentu uda jadi kebutuhan,,
alhamdulillah sekarang uda ada jejaring sosial asli made in Indonesia, karya anak negeri,, salingSapa.com

berikut keterangannya:

salingsapa.com

Jejaring sosial ini "dibuat" oleh seorang anak SMP di bandung yang saat ini duduk di bangku kelas 7, namanya Muhammad Yahya Harlan. Karna ketertarikannya pada dunia komputer sejak usia 3 th, ortu-nya pun mendaftrkannya les sejak usia dini, terakhir di KomLab ITB yang mayoritas pesertanya adalah mahasiswa. Sampai akhirny ia "menciptakan", eh bukan ding, tapi "mengembangkan" salingsapa.com. Dibilang "mengembangkan" karena usut pny usut ternyata situs ini memakai CMS opensouerce dari JCow.net

Karya anak ini sempat mendapat apresiasi dari menteri dan rektor ITB. Tp tak lama kemudian mulai ramai di internet pemberitaan mengenai kebohongan yang dilakukan anak usia 13 th ini. Banyak hujatan dan tanggapan miring beredar: plagiat, jiplak, kebohongan publik, kecil2 udah bohong, daaaan sebagainya.

Terlepas dari semua itu, saya pribadi salut dg Yahya, bisa membuat situs serupa facebook dg fitur yg beragam. Kalo saya perhatikan, salingsapa.com ini kayak penggabungan antara FB, twitter dan friendster.

Jejaring sosial ini telah digunakan oleh lebih dari 5500 orgdr 52 negara!

Pertama kali saya bergabung dengan situs ini sudah dibuat terkesan oleh Salam perkenalan dari Admin-nya... Chekidot!

Salam Perkenalan dari SalingSapa.com

Posted by admin

35792 Views

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, washshalaatu wassalamu ‘alaa

Rasulillah ...

Fenomena Facebook memang luar biasa. Hadirnya Facebook telah memungkinkan para

anggotanya untuk berkomunikasi secara Virtual dengan muda. Bila ada jaringan

internet, seseorang bisa memberitahu kenalannya tentang : sedang berada dimana ? sedang mengerjakan apa

? menyampaikan pesan pesan atau pemikiran nya , memuat foto, atau naskah naskah

yang menarik. Cukup banyak sisi positif dari kehadiran Facebook ini , dan

bahkan beberapa Ulama juga memiliki Account di Facebook. Ustad Muhammad Arifin

Ilham misalnya , aktif menggunakan Facebook ini

untuk berdakwah, lebih dari 500.000 orang sendapatkan Taushiyah tertulis

Ustad Arifin melalui Facebook, setiap hari tiap jam 3 pagi.

Hadirnya Facebook ini jelas ada juga manfaatnya. Akan tetapi

beberapa persoalan pernah muncul, yang bahkan sampai menyakiti sebagian besar

warga muslim dunia ketika Facebook dinilai menghina Islam ketika akan

mengadalan Lomba menggambar Nabi Muhammad SAW.

Aksi facebook ini mendapat tentangan hebat / penolakan dari sangat

banyak warga muslim yang memiliki account di Facebook.

Sampai kapan kita harus menggunakan Situs Pertemanan milik

orang lain ? Kapan kita mulai membangun sendiri sarana Jejaring Sosial milik

kita sendiri ? Alhamdulillah, dengan

pertolongan Allah, sejak 1 Muharram 1431

H, sudah hadir SalingSapa.com, sarana silaturrahmi virtual yg dikembangkan

sebegitu rupa sehingga siapa saja bisa menyampaikan informasi, untaian hikmah ,

petikan hadits, petikan ayat

Al Qur’an kepada para sahabat atau sanak saudara.

SalingSapa.com ini memang terlihat seperti Facebook, karena

memang situs ini dibangun untuk memberikan alternatif media Social Network

kepada muslimin dan muslimat untuk menggunakan sarana Pertemanan / Jejaring

sosial milik sendiri dengan beberapa perbedaan dengan Facebook , diantaranya :

(1)

Adanya Fitur Al Qur’an, hal ini memungkinkan

bila disela sela kita sedang On Line, kita bisa membaca Al Qur’an dengan tampilan

yg menarik, serta juga bisa memeriksa, apakah bacaan Al Qur’an kita sudah

benar.

(2)

SalingSapa.com memiliki server sendiri , sehingga kita bisa memiliki

kontrol penuh dalam hal data data memmber,

serta content yg di upload. Content yg tidak sesuai dengan nilai nilai

Islam jelas akan bisa dihilangkan.

(3)

Server berada di

Jakarta, bukan di luar negeri, sehingga bisa diakses dengan lebih

cepat (untuk melihat /mengunggah foto

atau naskah ) . Cuma memang untuk Video, kita masih harus menumpang di Youtube

(4)

Usia member tidak dibatasi, sekalipun baru berusia 6 tahun

juga boleh mendaftar . Beda dengan Facebook yg membatasi usia pendaftar, dimana

anak anak yg ingin punya account di Facebook ‘terpaksa’ harus berbohong

mengenai usia (ketika melakukan

registrasi)

(5)

Juga ada fitur Game, akan tetapi Game yang ada

di SalingSapa.com ini lebih disaring, dan akan dikembangkan Game Game Islami .

Bilamana sahabat sudah terbiasa menggunakan Facebook, maka insyaAllah

dengan mudah anda akan bisa mendaftar dan langsung menggunakan SalingSapa.com

ini. Pertamakali di release di 1 Muharram 1431 Hijriyah, saat ini SalingSapa

sudah diakses di 12 Negara, sebanyak lebih dari 7.000 kali. SalingSapa ini

dikembangkan oleh Muhammad

Yahya Harlan yang saat ini masih sekolah di sebuah SMP di Bandung,

alhamdulillah wa syukurillah.

Dengan memohon pertolongan Allah, SalingSapa.com ini akan terus dikembangkan sehingga

bisa menjadi Situs Silaturrahmi yang

menarik, dan para pengakses SalingSapa mendapat

manfaat yang banyak dari sisi pencerahan spiritual, mengkaji ilmu agama,

bertukar fikiran dengan para sahabat . Para Ustadz juga diharapkan untuk

memiliki Account di SalingSapa.com ini , sehingga para Ustadz bisa

mennyampaikan Taushiyah pendeknya ( tertulis ), serta menginformasikan hal hal

seperti : jadwal ceramah, khotbah Jum’at dimana, dan lain lain.

Demikian perkenalan dari SalingSapa.com, semoga Allah

senantiasa meliputi kita dengan Kasih SayangNYA, perlindungan, bimbingan, dan

pertolonganNYA, aamiiiin.

Shalawat semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi SAW,

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

(yan.harlan@salingsapa.com)

Apa yang membuat kalian bergerak?

Mungkin mendengarnya membuat telinga kalian geli. What a stupid question, does it need to be answer? Sebagian mungkin ada yang berpikiran demikian. Atau sebagian lain malah tidak kepikiran, sepele. “Weleh, gini aja kok di tanyain”.

Yah, memang ini pertanyaan kecil. Tapi tidak selamanya yang kecil-kecil itu tidak berarti, adakalanya malah jadi inti. Pun pertanyaan sesimple ini, “ Apa yang membuat kalian bergerak”. Pertanyaan yang akan memancing kita untuk sejenak merenung, memaksa kesadaran kita untuk minimal sesaat saja menilik keadaan diri kita, kemudian akan mengalir lanjutan pertanyaan “sudah benarkah gerak saya”, “sudah benarkah jalan yang saya lalui”, dan sederet pertanyaan lain…

Mulai dari satu pertanyaan simple ini, lihat kebelakang, lihat keadaan sekarang…

``back to ‘Nawaitu’, sudah benarkah di awalnya? Masih bersihkah ketika ditengahnya? Dan masihkah niat itu masih utuh seperti sediakala, masihkah seperti saat awalannya kah?

Niat. Niat. Dan niat. Lagi-lagi tentang niat. Ya, karena niat hal yang sepele saja bisa bernilai besar. Karena niat perbuatan kecil dapat memuat banyak makna. Dan karena niat pula perjuangan berat bisa jadi hilang begitu saja, tanpa membekas kebaikan. Ya niat,,,

Selasa, 15 Februari 2011

Cerita dari 'ding-ding'


 Jaga “ding-ding” -istilah yang kami pakai diantara sesama koas, artinya langsung jaga lagi setelah jam jaga usai, atau bisa dibilang jaga 2 hari berturutan-  selalu kedengaran 'WOW! Maknyuss!" bagaimana tidak? Aku akan stay sekitar 30-an jam lebih di Rumah Sakit. Makan, mandi, dll semua disana. Baiklah, demi bisa mudik pas hari libur pekan depan, gapapa-lah dapet tukeran nya yang "ding-ding" kaya gini. Ok, I take this chance (selalu semangat kalo ada embel-embel bisa mudik, eh numpang bobok di rumah). Toh kebetulan lagi stase neuro, kata beberapa teman yang sudah jaga hari-hari sebelumnya jaganya “aman” dan tenang. Siplah, berarti akan ada cukup waktu buat istirahat nantinya.

Dan saat jaga pun tiba,
“Allahuma ‘ilman nafi’a” doa wajib sebelum berangkat jaga sudah kubaca. Sambil motoran menuju rumah sakit. Bismillah, hopefully jaganya manfaat. Dan ternyata,, eng.. ing.. eng.. 100% tidak menyangka sama sekali, tiba-tiba banyak pasien MRS hari itu. Panggilan IGD bertubi-tubi,  di bangsal ternyata juga full keluhan. Its okay, you have to keep smile, Rhie. Well, this just about taking care of others. Semoga manfaat (InsyaAllah berkah) *yah meski sempet ada fase ngeluhnya juga sih,, :D* 
Ah, jadi teringat ibu dirumah, dulu waktu waktu beliau opname dan tengah menghadapi masa sulitnya , aku yang anaknya malah tidak bisa full mendampingi :'(

Hm,, back to cerita jaga. Benar-benar pengalaman luar biasa. Banjir keluhan, bahkan berentetan dan berurutan. Tadinya 1 pasien yang mengeluh, belum ada selang satu jam, pasien bed-nya seberangnya gantian meminta perhatian. Belum lagi pasien dari kamar lain yang juga memanggil. Beruntung ada keluhan yang dapat diselesaikan dengan edukasi, meyakinkan, dan menenangkan. Beragam kisah berkesan kulalui malam itu. Salah satunya cerita seorang ibu afasia.

Dia, ibu-ibu yang bilangan usianya cukup untuk dikatakan sepuh, sudah dalam perawatan hari kesekian. dulunya gula, tidak terkontrol, dan kini stroke. Alhamdulillah sudah tampak cukup banyak perbaikan. Terutama dalam hal komunikasi. Meski beliau memang belum bisa mengatakan apa yang ingin dikatakannya, afasia motorik. Malam itu sudah begitu larut, bahkan tak kusadari malah sudah hampir habis. Seorang bapak menghampiriku, yang kemudian aku tahu bahwa dia anak dari pasien tersebut. “dok, ibu saya kenapa ya? Semalaman itu mengerang terus. Sepertinya itu beliau menangis terus. Tidak mau berhenti nagisnya dok. Kenapa ya?” *nah loh, ini yang katanya pasien lain yang sekamar jadi gak bias tidur dan mengeluh pusing @_@*
Oke, saya pun menghampiri. Ya, beliau memang menangis. Saat kutanya kenapa, tangisnya tidak berkurang. Kusentuh tangan dan kutepuk pelan, tak disangka, tangisnya semakin menjadi. Hm,, tahulah aku *walau sebenarnya sok tahu* si ibu tengah depresi karena afasianya ini. Orang-orang sekitarnya tidak paham keinginannya, dia tidak bisa menyampaikannya. Ah, lagi-lagi aku jadi ingat ibuku, masih sangat beruntung beliau bias menyampaikan padaku, menyampaikan resa frustasinya “dek, kok ibu ga sembuh-sembuh ya. Tangan kanan ibu belum bisa diangkat keatas. Ibu pengen cepet-cepet sembuh. Ibu pengen bisa masak lagi”.
Ah aku pikir pasti pasien itu jauh-jauh lebih depresi ketimbang ibuku, apalagi penyakit penyerta yang dialaminya juga bermacam- macam. Akhirnya kusampaikan saja pesan-pesan singkat, serupa dengan yang sering kusampaikan pada ibu saat aku pulang. “ ibu yang sabar ya,, sabar juga “obat” tersendiri buat stroke lho bu,,, jangan lupa banyak-banyak doa, kalau ibu sabar dan ridha insya Allah ada nilainya…”
Benar-benar berasa haru… Ah, si bapak penunggu ini. Sejujurnya aku ngiri padamu pak,,, ngiri sama bapak yang perhatian nungguin ibunya yang sakit, yang ga ngeluh meski banyak begadang, dan tahukah pak apa yang membuatku lebih iri lagi? Saat entah adik atau mungkin istrimu menelfon dari rumah, meminta supaya ibu tadi shalat malam, dan kau mengingatkan bahwa subuh sebentar lagi akan datang…

A letter for my little niece

Dear sweetie,

I’m really sorry to forced you wake up really early in the morning. I order you to take the cool water of wudhu. Then I put your prayer rob into your little body. I asked you to follow me, doing Subhi prayer. I know, indolently you do that all. I know that you feel so sleepy. But, all I do just for your goodness dear. I really want you to be such obedient Muslimah. This time maybe it seem so hard dear, but I’m really sure someday you will realize the urgently of doing Subhi prayer, and you will realize that this was you daily requirement.

Sweetie, I do want to say sorry. Also for the night you forget doing your Isya prayer. After tired doing some homework, preparing for next day’s lesson, or even from playing, and you were ready to go bed, then I forced you to do Shalat. You may feel so uncomfort. But you have to do that dear. You have to form the good habit, dear.

Sweetie,

Don’t you know, when I was child people rarely forced me to do so. They thought I was too young to do it, too young to be discipline in doing five time prayer. They said “what a pity, she just a little girl. Just let her sleep, she must be so sleepy, and she must be so tired”. Huh, in that time I got what I want dear. I feel my life was so free. But, I has such bad effect dear. I grow with some tolerating; I often too late or even forget doing the prayer. And this needs such hard effort to change, dear. When I realized that prayer not only about obligatory but requirement, I start to change. I try to prioritized, huh,, it was so hard dear,, and I regret.. Why didn’t I accustom this when I was child?

So I don’t want you feel the same dear. I really wish u would be much more better than me,,, I really sure you might dear,,

Bunch of love,,

sup iga ceria


Pas lagi pulang dan liburan di rumah,, eeh nemu ada macem-macem bahan di kulkas. ada juga iga. Awalnya bingung tu iga mau dibikin apa. Berhubung ga bisa masak yang susah-susah dan yang repot,, akhirnya jadilah satu lagi masakan simple,,

Caranya iga direbus dulu sampai cukup empuk. Bebarengan dengan daging cincang. Selanjutnya bawang putih cincang dimasukan bergantian dengan labu siam dan wortel. Tambahkan lada, pala, garam, dan sedikit gula. Masukan serutan jagung manis dan daun bawang. Sajikan dengan irisan tomat, seledri, dan bawang goreng. hm,, so colorful rib soup,, sup iga ceria ^^

gampang kan ngebuatnya...