Senin, 29 November 2010

Tumis campur bumbu kuning


Berawal dari keinginan makan sayur ditengah ramenya lebaran haji kemaren, tapi males mau masak macem-macem, apalagi jenis masakan yang ribet dan susah. Akhirnya masak asal cemplung-cemplung,, dan jadilah tumis campur bumbu kuning,,

Disebut bumbu kuning, karena emang warnanya kuning. Soalnya pake kunyit. Komponen yang lain ada garem, gula jawa, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, semuanya dalam ukuran secukupnya, alias cukup dikira-kira aja J. Nah abis bumbu-bumbu itu selesai dialusin, terus ditumis pake minyak dikit aja. Kayaknya sesendok makan aja cukup. Jangan lupa diaduk-aduk biar merata en ga gosong. Tambahin juga daun jeruk, serta daun serai. Abis tumisan bumbu tercium wangi, irisan daging dimasukin. Aduk-aduk rata sampe daging berubah warna. Tutup wajan.

Bikinnya gampang kan? Tapi ni belum selesai,, baru setengah jalan ini,,

Selanjutnya, setelah daging empuk, sayur-sayuran dimasukin (kemarin saya pilih labu ijo/ labu siem, dan wortel dipotong-potong dadu). Dimasak sampai empuk, menjelang diangkat masukan irisan besar daun bawang.

So simple kan?

Nah, karena memasak daging membutuhkan waktu yang lumayan lama. Biar proses memasaknya lebih cepet dan efisien waktu,, caranya sayur-sayur disiapin sembari nunggu daging empuk.

Senin, 01 November 2010

Harap pada Langit



hujan abu,,,

erupsi merapi,,,

tsunami mentawai,,,

hangat. Jadi perbincangan seru semua kalangan.

berita itu terus saja bergulir. Miris. Sedih? Tentu saja. Belum juga selesai masalah wasior, disusul tsunami mentawai, kemudian merapi, meningkatnya aktifitas sekian banyak gunung berapi, banjir ibukota,, sampai-sampai satsiun teve beranekdot bahwa negeri ini negeri 1001 bencana. Ah apa julukan itu tak terlalu berlebihan? Toh masih banyak kan yang sekarang ini masih bisa duduk nyaman, tidur tenang, makan enak, tanpa perlu banyak berfikir macam-macam? Tanpa dikelilingi kekhawatiran dan keadaan yang mencekam? Dan bahkan mungkin masih ada juga yang nyantai, dengan nyaman tanpa merasa bersalah memakan apa yang bukan hak-nya?

Saling tuding. Sudah biasa. Malah jadi luar biasa kalau berbagai pihak mau dengan berani mengungkap kekurangan dan kemudian dengan terbuka saling mengulurkan tangan, saling menguatkan. Yang ada masing-masing merasa paling benar. Ah ayo dong,, bareng-bareng… sama-sama berusaha sama-sama berdoa…

Di sisi lain, capek rasanya.. ada yang malah sibuk menghubung-hubungkan, sibuk mencari hal mistis. Ya sudahlah, ini semua cobaan, ini semua ujian,,, mau kapan pun juga kalau Allah sudah menghendaki ya jadilah sudah,,, ndak peduli sama tanggal yang katanya sama, ndak peduli apa bulan ini jumlah harinya ada berapa. Sudahlah, tak usah buang energy dengan yang begituan,, mestinya kejadian gini semakin menyadarkan bahwa kita ini jadi manusia jangan sombong. Kita ini cuman makhluk lemah… yak punya kuasa terhadap alam…

“maafkan kami yang terlalu seiring lalai, terlalu sering berlagak ‘sok’, terlalu mudah lupa akan segala karunia kenikmatanmu ya Rabb. Berikan kemudahanMu Rabb, hingga suatu saat nanti negeri ini akan beranjak menjadi negeri 1001 barokah”

Mozaik Lampu Merah



Lampu merah. Perempatan jalan. Mungkin itu tempat tersering yang kamu kunjungi dalam keseharian, ah tapi apa iya? Aku tidak tahu pasti, seperti biasa, aku hanya menduga-duga. Dan tepat saat lampu berganti rupa dari kuning ke merah, waktu yang selalu kamu harap, kamu berlari, nyengir, mencari target operasi…

“mbak makan,, minta buat makan…” memelas, kamu tunjukan wajah itu.

Jujur saja, aku bimbang. Aku tahu kamu memang perlu rupiah, tapi apa begini caranya? Tidak sulit memang mengulurkan keeping melati atau jalak bali, bahkan jika yang ku keluarkan hanya sebiji perak kakatua raja pun kamu pasti senang, segera kabur, lari ke pengendara selanjutnya. Tapi apa ini bijak?

Ah kamu ini masih anak-anak. Aku tak tahu bagaimana kehidupan bisa membawamu ke bawah terik jalanan. Apa itu pilihanmu? Atau ada yang menyuruhmu? Atau bahkan kamu merasa nyaman bersama debu jalanan karena rupiah mudah bergelincir ke tanganmu? Lagi-lagi aku tidak tahu..

Ya, kamu ini masih bocah kecil..

“sudah nggak sekolah, kan sudah lulus SMP. Sekolahnya sudah selesai,,” lugu jawabmu waktu itu, saat kutanya tentang sekolahmu. Masih dengan mimik nyengirmu, lucu. Aku pikir kamu ini anak baik. Saking lugunya, kamu menganggap sekolah itu cukup sebatas lulus sampai tamat es-em-pe, dan sudah. Persis sama kayak program pemerintah yang sering digembor-gemborkan : wajib belajar 9 tahun. Ah mestinya wajib belajar itu nggak cukup 9 tahun, mestinya lebih,, lebih,,, dan lebih,,, hm,, atau jangan-jangan kamu malah bingung buat apa sekolah? Jangan-jangan kamu putus asa dan beranggapan tidak ada guna sekolah?

Terlalu banyak persangkaan…

kepalaku penuh berbagai Tanya…

ah,, kamu ini masih anak kecil nak,,, maafkan aku nak,, bukan maksud berbuat jahat padamu. Bukan juga terlalu sayang terhadap koin-koin ku. Aku hanya berpikir, bahwa ini tak baik untukmu. Tak baik jika kemudian tertaman dalam benakmu, “mudah saja mengumpul rupiah, cukup menadahkan tangan, tak perlu lah yang namanya kerja”. Aku takut kamu jadi tidak mandiri. Aku takut kamu jadi ogah belajar dan bekerja dengan benar di hari-hari nanti. Aku takut jika kelak kamu akan lebih senang menggantungkan hidupmu pada pemberian orang. Dan aku lebih takut jika hari-hari mu yang begini, pelan-pelan membunuh mimpimu,,,

maafkan aku nak…
moga kelak engkau bertemu dengan hari-hari yang lebih indah, lebih berwarna dari yang sekarang ini. moga engkau mengerti,,,
 

Rabu, 27 Oktober 2010

Sumbing bibir dan Celah Langit


teringat satu hari di poli bedah plastik, lupa hari apa, tapi yang jelas waktu itu pasiennya bayi-bayi kecil semua. ada yang datang karena luka bakar air panas, ada juga hipospadi, tapi paling banyak karena sumbing. belajar dikit tentang sumbing yuk,,,
***

Bibir sumbing merupakan kelainan kongenital berat yang paling sering mengenai wajah. kelainan ini berupa terdapatnya celah pada bibir atas, dan sering disertai dengan celah palatum, yaitu rekahan pada garis tengah atap atau langit-langit rongga mulut. dengan adanya rekahan palatum ini, menimbulkan terjadinya hubungan langsung antara rongga hidung dan rongga mulut. Etiologi sumbing bibir dan langit-langit secara pasti tidak diketahui, namun dipercaya bahwa sumbing bibir dan langit-langit terjadi akibat berbagai faktor (bersifat heterogen dan multifaktorial) yang melibatkan interaksi kompleks antara faktor lingkungan (terutama saat ibu mengandung) dan faktor genetik.

secara embriologi perkembangan janin, celah pada bibir maupun langit-langit terjadi akibat adanya gangguan perkembangan wajah janin, berupa kegagalan penyatuan kedua-dua sisi pada usia kehamilan 3-8 minggu terutama saat usia kehamilan 5-6 minggu.

lebih lanjut mengenai embriologi terjadinya celah/sumbing
embriologi terjadinya sumbing

Kamis, 01 April 2010

april mop



Dapet info keren dari notes temen:
April mop (the april's fools day) atau hari yang dianggap sah-sah saja untuk berbohong, bahkan jadi semacam kebudayaan dan permainan, ternyata merupakan peringatan taunan (semacam ulang tahun gitu,,) bagi pembantaian ribuan umat muslim di spanyol tahun 1497M atau 892H. Dimana pembunuhan massal ini dilakukan melalui berbagai penipuan. Tak hanya keji, tak hanya pasukan muslim saja yang diserang, tapi semua muslim, baik wanita maupun anak-anak.

Maka rasanya tak layak buat kita-kita yang ngaku muslim buat mudah ikut-ikutan budaya luar yang tidak sesuai, meskipun sebatas bercanda, bermain, atau sekadar seru-seruan.

Bohong pas tanggal 1 april sering dianggap hal yang diperbolehkan. Tapi,, apa ga inget kalo bohong tu dosa?sejak kecil orang tua kita sering memperingatkannya. Makanya ga wajar kalo kita ikut-ikutan iseng dengan teman ber-april mop ria. Apalagi ditilik dari segi asal-usulnya,, yah Sejarah april mop tak lepas dari jejak pembantaian kaum muslim. Jadi?

keyakinan


Selalu ada kejutan. Pada waktu yang tiada pernah terkirakan. Pada kesempatan yang tiada pernah terpikirkan. Selalu ada kejutan. Dibalik kejadian. Diantara sekian perencanaan.

Karena pikirku sering tak sanggup menggapai kemaknaan perencanaanMu. Karena detil rencanaku tak seindah QadarMu. Maka peristiwa selalu saja Kau hadirkan, sebagai hadiah dalam hidupku. Sebagai kado, tanda berkah dan pengingatan. Sebagai kejutan yang membuat hidupku tiada pernah berjalan datar.

Namun akalku sering sulit merabai hikmah. Sampai waktu yang Kau ijinkan diriku mencapainya. Sebuah pengertian.

Karena pemberianMu tak pernah datang sendirian. Selalu berujud opsi, untuk dipilih atau dicampakan. Dan sendirian, Otakku sering tak mampu membedakan manakala itu karuniaMu.

Aku hanya terus beharap, semoga hati selalu terjaga. Agar jeli memahami dan mensyukuri pemberianMu. Agar peka mata melihat terangMu. Dan aku pun memohon agar Selalu dalam keadaan berKhusnudzon padaMu. Supaya teguh diriku dalam berkeyakinan. Bahwa PemberianMu adalah pasti yang terbaik untukku.


Yakin, bahwa apapun yang KAU berikan pastilah yang terbaik untukku, hidupku, masa depanku. Karna Engkau lah yang Maha Mengetahui. Engkau ketahui yang ghaib sementara aku tidak. Maka mudahkanlah aku dalam menetapi setiap putusanMU. Mudahkan aku supaya benar langkahku dalam arahanMU. Kuatkan aku dalam keyakinanku,,

terimakasih cinta



'Semua karena cinta... Semua karena cinta...'

Entah itu lagu judulnya apa. Apalagi kalo ditanya penyanyi asli dan ciptaan siapa, aku tidak tahu.. Nyerah. Dan aku juga tidak tahu, siapa yang memilih lagu itu untuk dinyanyikan tim paduan suara uns. Mungkin hasil musyawarah mereka begitu mendapat tugas. Ah entahlah. Rasanya tak begitu penting.

Hanya saja untaian kata dalam lagu itu cukup membuncahkan haru. Pas banget buat acara closing. Pengiring wisudawan dan orangtuanya keluar dari gedung auditorium, tempat sidang senat terbuka wisuda digelar.

Yah,, semua karena cinta. Hanya karena cinta aku bisa sampai pada pencapaian ini. Duduk dalam audit beserta banyak peserta lain. Kemudian berjajar, berdiri berurutan, maju bergantian saat nama dipanggil, kmudian diberi ijasah dan diberi hak mengenakan gelar akademik. Benar-benar semua ini bisa kuraih, bisa kurasa hanya karena cinta.

Semua karena doa cinta orang-orang tercinta. Terima kasih ibu, ayah, dan semua kakak juga adik-adik keponakanku. Sepenggal lagu, yang aku juga tidak tahu judul, penyanyi maupun penciptanya, tapi kurasa cocok sebagai ungkapan perasaanku 'terimakasih cinta untuk segalanya...'

Ya, terimakasih, hanya itu yang bisa kuhaturkan,,



Mutter... Mutter... Mutter... Und vater, danke von euer libe,,